DENPASAR, BALINEWS.ID – Kondisi mangrove di kawasan Benoa, pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 10.40 WITA, ditemukan adanya pencemaran yang diduga berupa genangan minyak bercampur air laut.
Secara visual, sebaran minyak tampak jelas di sejumlah titik kawasan mangrove, termasuk di area yang sebelumnya dilaporkan mengalami kematian vegetasi.
Anggota DPR RI Dapil Bali, Nyoman Parta, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dan menyaksikan langsung adanya genangan minyak tersebut. Diduga cemaran itu bersumber dari pipa saluran minyak milik Pertamina yang berada di sekitar kawasan.
Melalui akun Facebook pribadinya, Nyoman Parta mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak yang bisa semakin meluas.
“Ada solar lagi di lokasi mangrove yang mati. Saya khawatir kalau meluber dibawa air pasang makin meluas dan tambah banyak yang mati,” tulisnya.
Pria kelahiran Guwang itu menyebut sempat mampir ke lokasi mangrove yang mati di kawasan Benoa saat dalam perjalanan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Parta juga menyoroti tanggung jawab perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya, sebagai perusahaan milik negara, Pertamina merupakan wajah depan negara yang semestinya menunjukkan empati serta tanggung jawab yang tinggi terhadap persoalan lingkungan.
Ia menilai, persoalan pencemaran di kawasan mangrove tidak boleh dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap ekosistem pesisir. (*)
