GIANYAR, BALINEWS.ID – Komunitas seniwati internasional Mahalakshmi kembali menghadirkan ruang dialog seni melalui pameran lukisan bertajuk “The Myth” yang akan dibuka untuk umum pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 17.00 Wita, di Ubud Diary Gallery, Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Tidak hanya berupa lukisan, pameran ini juga menampilkan instalasi seni dan fotografi.
Pameran ini mengangkat tema mitos sebagai medium refleksi pengalaman personal dan kolektif perempuan, yang diekspresikan melalui karya visual dari berbagai latar budaya. The Myth menjadi wadah pertemuan antara kenyataan dan imajinasi, sekaligus ruang bagi perempuan untuk menyuarakan kisah, ingatan, dan tafsir mereka terhadap kehidupan.
Sebanyak 43 seniman perempuan ambil bagian dalam pameran ini. Para peserta berasal dari beragam profesi, mulai dari akademisi, tenaga medis, pengusaha, hingga figur publik, serta datang dari berbagai negara seperti Indonesia, Jepang, Rusia, Kazakhstan, Azerbaijan, dan Brasil. Keberagaman tersebut menghadirkan spektrum narasi visual yang kaya dan berlapis.
Pameran ini digagas oleh Aricadia, pendiri Mahalakshmi, yang menempatkan mitos bukan semata sebagai cerita masa lalu, melainkan sebagai ruang tafsir yang hidup dalam pengalaman manusia. Dalam pameran kelima Mahalakshmi ini, Aricadia berperan sebagai penyeleksi karya, sementara setiap seniman diberi kebebasan penuh dalam mengkurasi karyanya sendiri. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan interaksi yang lebih langsung dan personal antara seniman dan pengunjung.
Menambah bobot historis pameran, The Myth turut menampilkan karya-karya dari dua legenda pelukis perempuan Indonesia, almarhumah I GAK Murniasih dan Moendy Astoety. Kehadiran karya keduanya menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi penting seniman perempuan dalam sejarah seni rupa Indonesia, khususnya dalam wacana tubuh, mitos, dan pengalaman personal.
Acara pembukaan pameran akan dimeriahkan dengan Tari Pendet Penyambutan yang dibawakan oleh Ari dan Mawar, mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, serta pembacaan puisi oleh Jules Kaelani, salah satu peserta pameran yang sebelumnya juga terlibat dalam kegiatan Mahalakshmi.
Pameran ini akan dibuka secara resmi oleh Dra. Nazrina Zuryani, MA., PhD, dosen sosiologi gender dan feminisme Universitas Udayana, yang akan memberikan apresiasi terhadap kontribusi seni perempuan dalam membangun wacana budaya yang inklusif.
Melalui The Myth, Mahalakshmi menegaskan komitmennya sebagai ruang terbuka bagi perempuan untuk berekspresi tanpa batas latar belakang profesi maupun pengalaman seni. Komunitas ini dihadirkan sebagai ruang aman dan setara bagi perempuan untuk berbagi cerita, merayakan identitas, serta memperkuat solidaritas melalui seni. (*)

