Slot Header 970×90

Lifestyle

Peacock Parenting: Ketika Prestasi Anak Jadi Cermin Harga Diri Orang Tua

Oleh Septian

29 April 2025 pukul 10.38 WITA · 2 menit baca

INTERMESO, Balinews.id - Dalam dunia parenting, muncul berbagai istilah untuk menggambarkan gaya orang tua dalam mendidik anak. Salah satu adalah "Peacock Pare…
INTERMESO, Balinews.id - Dalam dunia parenting, muncul berbagai istilah untuk menggambarkan gaya orang tua dalam mendidik anak. Salah satu adalah "Peacock Pare… — BaliNews.id

INTERMESO, Balinews.id - Dalam dunia parenting, muncul berbagai istilah untuk menggambarkan gaya orang tua dalam mendidik anak. Salah satu adalah "Peacock Parent" atau orang tua merak. Sesuai dengan namanya, gaya pengasuhan ini mengacu pada karakter burung merak yang menawan dan suka memamerkan bulunya yang cantik.

Peacock Parent adalah istilah yang menggambarkan orang tua yang sangat fokus pada pencapaian anak-anak mereka, terutama yang bisa dipamerkan ke publik misalnya nilai sempurna, prestasi akademik, kejuaraan lomba, hingga penampilan fisik anak. Bagi mereka, kesuksesan anak mencerminkan keberhasilan mereka sebagai orang tua.

Biasanya, jenis pengasuhan ini muncul dari niat orang tua yang ingin anaknya menjadi yang terbaik. Namun, jika tidak disadari, Peacock Parenting bisa membuat anak merasa tertekan.

Berikut beberapa ciri umum dari Peacock Parent:

1. Menonjolkan Prestasi Anak di Media Sosial

Salah satu ciri paling mencolok adalah kecenderungan memamerkan setiap pencapaian anak, sekecil apa pun, di media sosial. Misalnya, saat anak menang lomba menggambar, bukan hanya dibagikan, tapi juga dilengkapi caption panjang tentang kerja keras dan dedikasi.

2. Menekankan Citra Sempurna

Peacock Parent sering berusaha menampilkan keluarga ideal di mata orang lain. Mereka lebih fokus pada bagaimana anak terlihat di luar ketimbang apa yang anak rasakan di dalam.

3. Fokus pada Hasil, Bukan Proses

Gaya pengasuhan ini sangat menekankan hasil akhir, nilai 100, juara satu, ranking teratas. Padahal, proses belajar dan kegagalan juga sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

4. Cenderung Mengambil Alih Keputusan Anak

Peacock Parent bisa jadi terlalu dominan dalam memilihkan kegiatan, sekolah, bahkan pertemanan anak, demi membentuk citra anak ideal versi mereka.

5. Rentan Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Karena terlalu sibuk membangun pencapaian eksternal, kebutuhan emosional anak sering kali luput dari perhatian. Anak bisa merasa tidak cukup baik kecuali saat berprestasi.

Anak yang tumbuh dengan orang tua bermental merak bisa mengalami tekanan tinggi, rasa cemas, atau bahkan kehilangan identitas. Mereka bisa merasa bahwa cinta orang tua bersyarat.

Namun, bukan berarti Peacock Parenting tidak punya sisi positif. Jika dilakukan dengan sadar dan seimbang, dorongan orang tua bisa memotivasi anak untuk berkembang. Kuncinya adalah tetap memperhatikan kebutuhan emosional dan menghargai proses, bukan hanya hasil. (*)

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.