Pemkab Klungkung Tegaskan Komitmen Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

Share:

SEMARAPURA, BALINEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam upaya pemerintah pusat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat memimpin Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kendali Ekonomi di Ruang Praja Mandala, Selasa (2/12/2025).

Dalam rapat tersebut, Wabup Tjok Surya menyampaikan bahwa penguatan ekonomi menjadi fondasi penting untuk membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pertumbuhan ekonomi yang sehat menjadi kunci agar Klungkung dapat terus bergerak maju dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Diduga Halangi Pertemuan Nelayan Tanpa Alasan, Jro Bendesa Serangan Diminta Klarifikasi

Namun, menurutnya, sejumlah tantangan masih menghadang, mulai dari keterbatasan infrastruktur ekonomi, rendahnya nilai tambah produk lokal, akses permodalan UMKM yang belum optimal, hingga koordinasi lintas perangkat daerah yang perlu ditingkatkan. Selain itu, serapan investasi dan belanja daerah diakui masih belum maksimal. “Kondisi ini menuntut kerja keras dan sinergi semua pihak agar pertumbuhan ekonomi Klungkung dapat meningkat signifikan,” tegasnya.

Wabup Tjok Surya juga meminta seluruh perangkat daerah menjadikan program percepatan ekonomi sebagai prioritas utama serta melaksanakan tugas dengan profesional dan berorientasi hasil. “Mari kita buktikan bahwa Klungkung mampu menjadi daerah yang maju dan berdaya saing,” tambahnya.

BACA JUGA :  Intip Tanggal Merah dan Long Weekend di Bulan Februari 2026, Sudah Siap Liburan?

Pemkab Klungkung telah menetapkan sembilan langkah strategis percepatan ekonomi, antara lain percepatan realisasi APBD, percepatan investasi, percepatan proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas sektor primer, peningkatan output manufaktur, serta kemudahan perizinan berusaha.

“Peningkatan pendapatan daerah harus menjadi gerakan bersama. Pendapatan yang kuat menjadi dasar bagi kapasitas fiskal kita untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik,” tutupnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya