DENPASAR, BALINEWS.ID – Provinsi Bali mencatatkan kinerja pembangunan yang impresif sepanjang tahun 2025. Selain berhasil menekan tingkat pengangguran menjadi 1,45 persen atau terendah secara nasional, pertumbuhan ekonomi Bali juga mengalami kenaikan signifikan dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Capaian Indikator Makro yang diumumkan pada 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 mencapai 5,82 persen, meningkat 0,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,48 persen. Capaian tersebut menempatkan Bali di peringkat kelima nasional dalam pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa Tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 adalah sebesar 1,45%, menurun sebesar 0,34%, dibanding tahun 2024 sebesar 1,79%. Tingkat pengangguran di Bali terendah secara nasional.
“Pencapaian kinerja ini juga menunjukkan bahwa pembangunan Bali pada tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan arah kebijakan,” ujar Koster dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Koster menjelaskan, keberhasilan tersebut turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan per kapita Bali pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp72,66 juta, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp67,32 juta. Di sisi lain, tingkat kemiskinan Bali juga berhasil ditekan menjadi 3,42 persen, kembali menjadi yang terendah di Indonesia.
Selain itu, pemerataan pendapatan masyarakat Bali semakin membaik, tercermin dari Indeks Gini Rasio 0,333, turun dibandingkan tahun 2024. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali pun meningkat menjadi 79,37, menempatkan Bali pada peringkat lima besar nasional.
Menurut Koster, capaian ini merupakan hasil dari implementasi enam bidang prioritas pembangunan Bali, mulai dari penguatan adat dan budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi berbasis Ekonomi Kerthi Bali, pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara, perlindungan lingkungan, hingga penguatan Bali sebagai pulau digital dan daerah yang aman.
“Seluruh capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat Bali. Ke depan, konsistensi pembangunan akan terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi tetap meningkat dan manfaatnya dirasakan secara merata,” tegasnya. (*)

