Perseteruan Tokoh Desa Berujung Evaluasi, Jro Bendesa Desa Adat Pendem Dicopot dari Jabatan

Situasi Paruman Desa Adat Pendem yang mengevaluasi kinerja Nro Bendesa (sumber foto: istimewa)

JEMBRANA, Balinews.id – Desa Adat Pendem belakangan ini mengalami ketegangan yang berkaitan dengan kepemimpinan di lingkungan adat.

Salah satu pemicunya adalah sorotan terhadap salah satu pernyataan Jro Bendesa yang menyebabkan kurangnya keharmonisan dalam komunikasi. Sebelumnya Jro Bendesa mengalami persetuan terkait pernyataannya yang menganggap bantuan pribadi dari I Nengah Budiasa yang juga seorang tokoh masyarakat sekaligus anggota legislatif, sebagai bantuan sosial (bansos). Padahal bantuan tersebut berasal dari dana pribadi. Hal ini dianggap menyesatkan dan memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  KPAD Bali Soroti Aksi Siswa SD Akhiri Hidup, Ajak Semua Pihak Introspeksi dan Bertindak

Meskipun sempat berujung pada kemungkinan proses hukum, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi secara kekeluargaan. I Nengah Budiasa sendiri menyatakan telah menganggap masalah itu selesai secara pribadi. Namun, hal ini menimbulkan keresahan pada masyarakat terkait gaya kepemimpinan Jro Bendesa setelah insiden tersebut.

Sebagai respons atas kekhawatiran itu, desa adat kemudian menggelar forum parum sebagai ruang evaluasi terbuka terhadap kinerja bendesa. Forum ini dipimpin oleh Ketut Dester selaku Ketua Kerta Desa. Langkah ini diambil berdasarkan aturan adat yang berlaku, termasuk merujuk pada Surat Edaran Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 006 Tahun 2020.

BACA JUGA :  Baru Bebas, Residivis Ini Kembali Edarkan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp 10 Miliar di Denpasar

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kritik terhadap Jro Bendesa. Di antaranya adalah gaya komunikasi yang dinilai kurang arif, komitmen yang belum ditindaklanjuti secara nyata, dan belum tersusunnya pararem atau aturan adat resmi yang menjadi dasar kehidupan bersama warga.

Setelah melalui musyawarah, forum menyimpulkan bahwa Jro Bendesa tidak lagi memenuhi harapan masyarakat adat, terutama dalam hal tanggung jawab, etika komunikasi, dan pengelolaan kelembagaan. Oleh karena itu, diputuskan bahwa Jro Bendesa diberhentikan dari jabatannya.

BACA JUGA :  Kandang Ayam di Banjarangkan Hangus Terbakar, Pemilik Rugi Hingga Rp 2 Miliar

Keputusan ini diambil guna menjaga keberlangsungan lembaga adat yang bersih, adil, dan mampu mewakili kepentingan seluruh krama Desa Adat Pendem. (*)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID – Perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan nuansa merah muda yang...
BADUNG, BALINEWS.ID - Rooted in the timeless Balinese philosophy of balance, creation, preservation, and transformation, Ayodya Resort Bali...
ASITA Bali Undang Wapres Gibran Buka BBTF 2026, Perkuat Gaung Pariwisata Indonesia DENPASAR, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan...
DENPASAR, BALINEWS.ID - Putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Denpasar yang menolak gugatan I Made Daging, Kepala Kantor Wilayah...