Slot Header 970×90

Pertamina Bantah Kelangkaan BBM di Bali akibat MotoGP Mandalika, Sebut Peralihan Konsumsi dan Kendala Bongkar Muat

Oleh Fery Fadli · null

15 Oktober 2026 pukul 21.48 WITA · 2 menit baca

Pertamina Bantah Kelangkaan BBM di Bali akibat MotoGP Mandalika, Sebut Peralihan Konsumsi dan Kendala Bongkar Muat

DENPASAR, BALINEWS – PT Pertamina Patra Niaga membantah kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali berkaitan dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Perusahaan menyebut situasi tersebut dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, yang bersamaan dengan kendala teknis saat kapal melakukan bongkar muat di Terminal Manggis.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan tidak ada kaitan antara pelaksanaan MotoGP Mandalika dan kondisi pasokan BBM di Bali saat ini.

“Tidak ada kaitan pelaksanaan MotoGP dan situasi saat ini di Bali. Ini karena perubahan pola konsumsi akibat peralihan produk BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, bersamaan dengan kendala teknis pada saat kapal bongkar muat di Terminal Manggis,” ujar Ahad, Kamis (15/10/2026).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan suplai, optimalisasi armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam.

Dari total tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter BBM yang direncanakan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026, sekitar 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisa pasokan dijadwalkan datang secara bertahap dalam dua hingga tiga hari berikutnya.

Tambahan pasokan tersebut mencakup Pertalite dan Pertamax untuk memperkuat ketersediaan BBM serta memperlancar penyaluran ke SPBU di Bali.

Dari sisi distribusi, Pertamina menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak mobil tangki. Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis juga dioperasikan selama 24 jam untuk mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran BBM.

Selain itu, sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam guna memperluas akses layanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan layanan BBM di Bali dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM di Bali melalui penambahan suplai, kesiapan armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Saat ini, kondisi layanan di sejumlah wilayah mulai berangsur kondusif. Namun, upaya pemulihan akan terus kami lanjutkan agar penyaluran BBM semakin lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Kitty.

Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan layanan penjualan BBM secara literan di sejumlah SPBU di Kota Denpasar, terutama di lokasi dengan tingkat kepadatan dan antrean kendaraan yang tinggi. Sejak layanan tersebut diterapkan, penjualan melalui skema ini mencapai sekitar 5.000 liter per hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelayanan di tengah tingginya antrean.

Seiring dengan proses normalisasi distribusi, Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan ataupun membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali secara ilegal karena dapat mengganggu distribusi dan merugikan masyarakat yang berhak.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat pasokan, distribusi, dan pelayanan hingga kondisi penyaluran BBM di Bali kembali normal.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.