Slot Header 970×90

Nasional

Poster Viral Klaim Pertalite Naik 26 September, Bahlil: Tidak Akan Ada Kenaikan Sampai Akhir Tahun

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

24 September 2026 pukul 19.11 WITA · 3 menit baca

BALINEWS.ID - Kabar soal kenaikan harga Pertalite ramai beredar di media sosial belakangan ini. Sebuah poster digital mengklaim harga BBM subsidi tersebut akan…
BALINEWS.ID - Kabar soal kenaikan harga Pertalite ramai beredar di media sosial belakangan ini. Sebuah poster digital mengklaim harga BBM subsidi tersebut akan… — BaliNews.id

BALINEWS.ID - Kabar soal kenaikan harga Pertalite ramai beredar di media sosial belakangan ini. Sebuah poster digital mengklaim harga BBM subsidi tersebut akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter mulai Sabtu, 26 September 2026.

Poster itu tersebar melalui akun Threads @hnnn_sypp, menampilkan foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam poster tersebut disebutkan alasan kenaikan adalah meningkatnya harga minyak dunia serta upaya mengurangi beban subsidi negara. Menariknya, poster ini hanya menyebut Pertalite, tanpa menyinggung perubahan harga untuk Solar.

Selain klaim kenaikan harga, poster tersebut juga memuat imbauan agar masyarakat mengurangi penggunaan BBM subsidi secara bijak dan beralih ke transportasi umum demi ketahanan energi nasional. Beredarnya kabar ini memicu beragam respons warganet, dari pertanyaan soal kebenaran informasi hingga ajakan membeli BBM lebih awal sebelum harga naik.

Bahlil Tegaskan Mekanisme Harga Subsidi Berbeda dari Nonsubsidi

Sebelum poster ini viral, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebenarnya sudah memberikan penjelasan soal perkembangan harga BBM di tengah pergerakan harga minyak dunia. Ia menekankan bahwa mekanisme harga BBM nonsubsidi berbeda jauh dengan BBM subsidi.

"Kalau harga minyak nonsubsidi, itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," kata Bahlil saat ditemui wartawan dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Sementara untuk BBM subsidi seperti Pertalite, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harganya hingga akhir 2026 — sebuah kepastian yang langsung bertolak belakang dengan klaim di poster viral tersebut.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari. Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Itu sudah deal. Itu perintah Bapak Presiden Prabowo," tegas Bahlil.

Dengan pernyataan resmi ini, klaim harga Pertalite naik jadi Rp13.500 mulai 26 September 2026 jelas tidak sejalan dengan kepastian yang sudah disampaikan langsung oleh Menteri ESDM.

Masalah Sebenarnya: Salah Sasaran, Bukan Kenaikan Harga

Di balik isu kenaikan harga yang beredar, Bahlil justru menyoroti persoalan lain yang menurutnya lebih mendesak: pergeseran konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat yang sebenarnya mampu secara ekonomi.

"Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, janganlah pakai BBM subsidi," ujar Bahlil.

Ia bahkan mencontohkan temuan konkret di Makassar, di mana kendaraan dengan tangki modifikasi digunakan untuk menebus BBM subsidi dalam jumlah besar. Modus ini, menurut Bahlil, membuat porsi subsidi yang seharusnya diterima masyarakat kurang mampu justru bergeser ke pihak yang tidak berhak.

"Memang terjadi shifting. Bagaimana enggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi? Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil," kata dia.

Bahlil menegaskan, persoalan ketepatan sasaran ini menjadi fokus perhatian pemerintah, mengingat BBM subsidi memang diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang berhak menerima manfaatnya — bukan bagi pemilik kendaraan mewah yang justru menjual kembali BBM bersubsidi yang mereka beli.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi lain dari pemerintah yang mengoreksi klaim di poster viral tersebut, selain penegasan Bahlil bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak berubah hingga penghujung 2026.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.