Program Transmigrasi di Bali Disikapi Skeptis, Akademisi Ingatkan Pentingnya Pemahaman Utuh

DENPASAR, BALINEWS.ID — Rencana pelaksanaan program transmigrasi oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendapat beragam tanggapan dari masyarakat Bali, terutama warganet di media sosial. Sejumlah pihak menunjukkan sikap skeptis terhadap kebijakan pemerataan penduduk tersebut, meski program transmigrasi sejatinya bukan hal baru dalam pembangunan nasional.

Dewa Usadha, akademisi Universitas Mahendradatta yang juga Dosen Magister Manajemen Inovasi (MMI), menjelaskan bahwa program transmigrasi telah berlangsung selama hampir setengah abad dan terbukti melahirkan banyak keberhasilan. Menurutnya, masyarakat Bali sejak dulu dikenal tekun dalam mengolah lahan di wilayah transmigrasi seperti Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatra.

“Banyak transmigran Bali yang sukses membangun kehidupan baru tanpa meninggalkan budaya mereka. Kawasan-kawasan hutan yang dulu belantara kini berkembang menjadi perkebunan dan persawahan produktif. Ini menunjukkan bahwa program transmigrasi memiliki sisi positif,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Patahkan Penantian 32 Tahun, Kontingen Merah Putih Panen 91 Emas di SEA Games 2025

Namun, ia menilai riuhnya suara masyarakat Bali di media sosial menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap maksud dan arah program tersebut. Menurut Dewa Usadha, sebagian masyarakat merasa termarginalkan oleh dinamika pembangunan di Bali yang sangat bertumpu pada pariwisata.

Ia menyoroti berbagai persoalan yang kini dirasakan warga, mulai dari tekanan ekonomi, keterbatasan ruang hidup, hingga tumbuhnya sentimen akibat padatnya penduduk. “Kemajuan pariwisata tidak selalu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. Kemacetan, lonjakan penduduk pendatang, hingga meningkatnya kriminalitas ikut memunculkan kegelisahan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bak Serigala Berbulu Domba, Wanita ini Kuras Uang Belasan Juta di ATM Temannya

Dari sisi ekonomi, Bali tetap menjadi magnet investasi, terutama di sektor properti. Setelah pandemi COVID-19, pertumbuhan hotel, vila, dan restoran meningkat tajam, dipicu tren wisatawan yang mencari hunian privat. Bank Indonesia mencatat investasi sektor properti pada 2020 mencapai Rp5,4 triliun untuk PMDN dan USD 293 juta untuk PMA.

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali juga melaporkan jumlah wisatawan mancanegara pada Januari–Oktober 2024 mencapai 5,3 juta orang. Adapun wisatawan domestik mencapai sekitar 9,6 juta kunjungan. Kondisi ini membuat tekanan terhadap ruang hidup dan lahan produktif kian besar.

Di tengah situasi tersebut, tawaran program transmigrasi dari pemerintah dipandang sebagian warga sebagai solusi yang tidak seimbang, mengingat arus pendatang ke Bali dinilai kurang terkendali. “Pertanyaan kemudian muncul: mengapa orang Bali ditawari transmigrasi, sementara pendatang bisa bebas masuk?” kata Dewa Usadha.

BACA JUGA :  Bupati Satria Dorong Masyarakat Wujudkan Nusa Penida Sebagai Green Island Bali

Meski demikian, ia menegaskan bahwa program ini tidak bersifat paksaan. Masyarakat yang menginginkan lahan luas atau peluang ekonomi baru bisa memanfaatkan program tersebut. Pemerintah, menurutnya, melihat orang Bali sebagai pekerja ulet dan terbukti sukses dalam program transmigrasi terdahulu.

“Tujuan pemerintah tentu baik. Orang Bali sejak dulu dikenal sebagai pionir dan pekerja keras. Kesuksesan transmigran Bali pada masa lalu menjadi bukti nyata,” tegasnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Jalan Pulau Enggano, Banjar Pemogan, Kelurahan Pemogan, Kecamatan Denpasar...
NASIONAL, BALINEWS.ID – Sektor pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, capaian...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas...
TABANAN, BALINEWS.ID – Seorang remaja laki-laki asal Banjar Pangkung Nyuling, Desa Abiantuwung, Kabupaten Tabanan, mendapat perhatian publik setelah...