Slot Header 970×90

Rhoma Irama Gabung Sembilan Dewa Gitar di Konser Guns N’ Roses, Sempat Bergurau soal Dewa Vokal

Oleh Rushell Ambarita · Redaksi

18 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA · 2 menit baca

Rhoma Irama Gabung Sembilan Dewa Gitar di Konser Guns N’ Roses, Sempat Bergurau soal Dewa Vokal

BALINEWS – Keterlibatan Rhoma Irama dalam penampilan spesial pembuka konser Guns N’ Roses (GNR) di Indonesia menjadi salah satu kejutan yang disiapkan promotor Rajawali Indonesia. Sang Raja Dangdut bakal bergabung dengan delapan gitaris legendaris Tanah Air dalam pertunjukan bertajuk sembilan dewa gitar.

Dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2026), Rhoma mengaku terkejut ketika mendapat telepon dari Anas, perwakilan Rajawali Indonesia, yang mengajaknya bergabung dalam kolaborasi tersebut.

“ Saya surprise banget. Karena tiba-tiba Anas ini telepon, dia bilang diajak ngumpul sama dewa gitar. Lah, gue bukan dewa gitar, gue dewa vokal,” ujar Rhoma sambil berkelakar.

Rhoma bahkan sempat melontarkan candaan bahwa dirinya akan lebih cocok jika diajak berkumpul bersama sembilan vokalis.

“Kecuali sama Ahmad Albar, sembilan vokalis gitu,” lanjutnya.

Meski demikian, Rhoma menyambut positif kesempatan tersebut. Ia mengaku senang bisa kembali berkumpul dengan sejumlah musisi yang pernah berkolaborasi dengannya, termasuk Dewa Budjana, Ian Antono, dan Aziz MS.

“Sekarang kumpul lagi. Surprise lah buat saya,” katanya.

Rhoma Irama Siap Beradaptasi dengan Gitaris Rock

Keterlibatan Rhoma menjadi bagian dari konsep pembuka konser GNR yang dirancang untuk menampilkan perjalanan musik rock Indonesia. Selain Rhoma, delapan gitaris yang terlibat yakni Ian Antono, Eet Sjahranie, Edie Kemput, Toto Tewel, Pay dari BIP, Aziz MS dari Jamrud, John Paul Ivan dari Boomerang, serta Dewa Budjana yang dipercaya sebagai pengarah musik atau music director.

Pertunjukan tersebut juga akan didukung Rere dari Grass Rock sebagai drummer, Ricardo sebagai pemain keyboard, serta tiga vokalis, yakni Roy Jeconiah, Ahmad Albar, dan Krisyanto dari Jamrud.

Dewa Budjana menjelaskan, penampilan para gitaris tidak hanya dilakukan secara bersamaan. Setiap gitaris akan mendapat kesempatan membawakan nomor masing-masing, sebelum mereka berkolaborasi dalam satu lagu.

Menurut Budjana, aransemen yang disiapkannya tetap mempertahankan karakter lagu asli agar pendengar tetap bisa mengenali karya yang dibawakan.

Sementara itu, Rhoma menegaskan bahwa musik rock bukan sesuatu yang asing baginya. Ia mengungkapkan pernah memainkan musik rock bersama band dan sejumlah grup musiknya sebelum dikenal luas sebagai penyanyi dangdut.

“Buat saya musik rock nggak asing. Dulu band saya dan beberapa grup saya rock, baru masuk rock,” tuturnya.

Ia juga menyebut dirinya sebagai vokalis yang memainkan gitar dan berharap dapat mengimbangi para gitaris lain melalui kemampuan teknik permainan gitarnya.

“Insya Allah saya akan mengimbangi yang lain dengan fingering tadi,” kata Rhoma.

Promotor Ingin Hadirkan Sejarah Rock Indonesia

Anas menjelaskan, konsep sembilan dewa gitar dipilih karena promotor ingin menyambut Guns N’ Roses dengan persembahan yang berbeda. Menurutnya, kehadiran band rock dunia tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan perjalanan panjang musik rock Indonesia.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen Guns N’ Roses untuk menjelaskan konsep penampilan pembuka tersebut. Gagasan itu mendapat respons positif dari pihak band, menurut Anas.

Promotor juga menyebut persiapan konser berjalan baik. Anas menyampaikan bahwa tiket kategori VIP serta tribun A dan B telah habis terjual, sementara tiket yang tersisa saat konferensi pers berlangsung berada di kategori festival.

Melalui kolaborasi lintas generasi ini, penampilan pembuka diharapkan tidak hanya menjadi pengantar sebelum Guns N’ Roses naik panggung, tetapi juga memperlihatkan keberagaman dan perjalanan musik rock Indonesia.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.