DENPASAR, BALINEWS — Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi dipercaya menjabat Panglima Kodam IX/Udayana, menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya. Penunjukan perwira tinggi kelahiran Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, tersebut menjadi bagian dari rotasi jabatan dan pembinaan karier di lingkungan TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Pergantian jabatan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep: 1236/X/2026 tertanggal 1 Oktober 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Serah terima jabatan sejumlah Pangdam dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026), dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, mengatakan penunjukan Putra Widiastawa merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI AD.
“Sebagai putra daerah Bali yang lahir di Singaraja, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan dapat melanjutkan kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat pelaksanaan tugas Kodam IX/Udayana,” ujar Amrizal dalam keterangan persnya.
Ia menambahkan, pengalaman penugasan dan kepemimpinan yang dimiliki Putra Widiastawa diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Bali.
Lulusan Akmil 1995, Berpengalaman di Kopassus
Mayjen TNI Putra Widiastawa lahir di Singaraja pada 3 April 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dan mengawali karier militernya melalui kecabangan Infanteri di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Dalam perjalanan kariernya, Putra Widiastawa menempuh berbagai pendidikan militer, antara lain Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2009, Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2018, serta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2024.
Ia juga memiliki pengalaman penugasan operasi di sejumlah wilayah, termasuk Timor Timur pada 1998, Ambon pada 2000, Aceh pada 2002, pengamanan perbatasan RI–Papua pada 2015, serta Operasi Tinombala di Poso pada 2016.
Sejumlah jabatan komando dan staf pernah diembannya, antara lain Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad, Komandan Kodim 0911/Nunukan, Komandan Brigif 22/Ota Manasa, Asisten Operasi Kasdam XII/Tanjungpura, serta Wakil Komandan Rindam XIII/Merdeka.
Sebelum ditunjuk sebagai Pangdam IX/Udayana, Putra Widiastawa menjabat Inspektur Kopassus sejak 15 Agustus 2025. Pengalaman di bidang operasi, komando, teritorial, dan staf menjadi bagian dari rekam jejak yang mendahului penugasannya di Bali.
Dalam perjalanan pengabdiannya, ia juga tercatat menerima sejumlah tanda kehormatan, antara lain Satyalancana Seroja, Satyalancana GOM VIII/Dharma Phala, Satyalancana GOM IX/Raksaka Dharma, Satyalancana PBB/UN Medal, dan Satyalancana Wira Dharma.
Piek Budyakto Bertugas sebagai Pangdam V/Brawijaya
Sementara itu, Mayjen TNI Piek Budyakto mendapat penugasan sebagai Pangdam V/Brawijaya. Peralihan jabatan tersebut merupakan bagian dari rotasi perwira tinggi TNI AD untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan kesinambungan kepemimpinan di berbagai wilayah.
Pergantian sejumlah Pangdam berlangsung di tengah pengembangan struktur organisasi TNI. Berdasarkan informasi dalam keterangan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada 5 Oktober 2026.
Pengembangan organisasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur TNI dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru, Kodam IX/Udayana diharapkan dapat melanjutkan program strategis satuan, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
Kodam IX/Udayana memiliki peran penting dalam mendukung pertahanan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali dan sekitarnya. Kepemimpinan Putra Widiastawa diharapkan menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas serta memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat.
Pergantian ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan personel TNI AD untuk menyesuaikan kepemimpinan dengan kebutuhan organisasi dan dinamika lingkungan strategis nasional.

