Slot Header 970×90

Internasional

Sederet Permintaan AS Agar Tarif Impor Indonesia Dihapus, Apa Saja?

Oleh Putri · null

10 Juli 2025 pukul 11.01 WITA · 2 menit baca

GLOBAL, BALINEWS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang penghapusan tarif impor sebesar 32 persen yang selama ini membebani produk Indonesi…
GLOBAL, BALINEWS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang penghapusan tarif impor sebesar 32 persen yang selama ini membebani produk Indonesi… — BaliNews.id

GLOBAL, BALINEWS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang penghapusan tarif impor sebesar 32 persen yang selama ini membebani produk Indonesia. Namun, peluang itu tak datang cuma-cuma. Ada tiga syarat yang diminta Trump jika Indonesia ingin bernapas lebih lega di pasar ekspor ke AS.

Langkah ini serupa dengan pendekatan Trump terhadap Vietnam, yang tarif impornya sempat diturunkan usai proses negosiasi panjang. Lalu, apa saja permintaan Trump untuk Indonesia?

1. Bangun Pabrik di Amerika

Trump secara gamblang meminta perusahaan-perusahaan asal Indonesia untuk membangun fasilitas produksi langsung di Negeri Paman Sam. Dalam surat yang dikutip dari Kompas.com, Selasa (8/7/2025), ia menegaskan bahwa tarif bisa dihapus jika produk Indonesia dibuat langsung di AS.

"Tidak akan ada tarif jika Indonesia atau perusahaan-perusahaan di negara Anda memproduksi langsung di AS," tulis Trump.

Ia bahkan menjanjikan proses perizinan yang super cepat—cukup dalam hitungan minggu—bagi perusahaan Indonesia yang bersedia berinvestasi di sana.

2. Buka Lebih Luas Pintu Pasar untuk Produk AS

Syarat kedua: Indonesia harus membuka pasar domestik lebih lebar bagi produk-produk Amerika. Menurut Trump, pasar Indonesia dinilai masih ‘tertutup’ bagi barang asal AS, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dalam neraca dagang kedua negara.

Jika pasar dibuka lebih luas, Trump mengindikasikan bahwa kebijakan tarif tinggi itu bisa dikaji ulang. Langkah ini disebut Trump sebagai jalan menuju hubungan dagang yang "adil dan seimbang."

3. Hapus Hambatan Tarif dan Non-Tarif

Permintaan terakhir cukup klasik, tapi krusial: hilangkan semua hambatan dagang, baik dalam bentuk tarif maupun non-tarif. Trump menilai sistem perdagangan saat ini belum saling menguntungkan karena AS masih mencatat defisit meski telah menjalin kerja sama dengan Indonesia cukup lama.

"Tarif ini bisa disesuaikan tergantung pada bagaimana Indonesia merespons permintaan tersebut," ujar Trump.

Indonesia Masih Surplus, Tapi Terancam

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat surplus dagang terbesar dengan AS pada Januari–April 2025 sebesar 6,42 miliar dollar AS—melampaui India dan Filipina. Komoditas utama ekspor antara lain mesin elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesoris.

Namun, jika tiga syarat tersebut tak ditanggapi, surplus itu bisa sewaktu-waktu tergerus oleh tekanan tarif baru. (*)

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.