GIANYAR, BALINEWS.ID — Semangat dan tekad kuat ditunjukkan oleh I Gusti Ayu Cahaya Jayanthi, siswi Sekolah Dasar Negeri 2 Tulikup, asal Banjar Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Gadis yang akrab disapa Cahaya ini lahir pada 3 Juli 2013 dan dikenal aktif menekuni seni serta olahraga sejak usia dini.
Cahaya merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya, seorang laki-laki, telah meninggal dunia. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana bersama sang ibu, I Gusti Ayu Julia, dan ayah, I Gusti Ngurah. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama yang mendorong Cahaya berani melangkah dan berprestasi.
Sejak duduk di kelas IV SD, Cahaya mulai menekuni olahraga Rugby. Awalnya ia mengikuti latihan karena dorongan sang ibu, namun seiring waktu, kecintaannya tumbuh karena melihat peluang berprestasi di cabang olahraga tersebut.
Selain Rugby, Cahaya juga memiliki hobi menabuh gambelan dan gemar berolahraga. “Dulu ikut latihan Rugby karena iseng saja, dan ibu juga mendukung. Ternyata lama-lama seru juga,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Cahaya telah mengikuti berbagai turnamen Rugby dan Criket tingkat SD, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Prestasi menjadi target utama, dengan harapan mampu meraih juara tiga, juara satu, bahkan juara umum, lengkap dengan piala dan piagam. Semua itu diharapkan dapat menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Terlebih ia juga berprestasi dibidang akademik.
Latihan rutin dilaksanakan tiga kali sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai, bertempat di lapangan umum Desa Tulikup. Hingga kini, Cahaya mengaku tidak menghadapi kendala berarti selama berlatih. “Tidak ada kendala yang berarti sih selama ini. Yang penting tekun dan tidak mudah menyerah,” imbuhnya.
Ke depan, Cahaya memiliki cita-cita besar untuk menjadi atlet rugby dan kriket yang membanggakan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Desa Tulikup dan daerah asalnya. Dengan semangat, disiplin, dan dukungan lingkungan, Cahaya menjadi salah satu contoh generasi muda yang berani bermimpi dan berjuang sejak dini.
Sementara itu, Guru PJOK SDN 2 Tulikup, I Dewa Gede Rastana mengapresiasi pencapaian dari salah satu siswanya tersebut. “Tentu keberhasilan ini bukan datang secara instan. Ada proses panjang mulai dari latihan rutin, pembinaan mental, hingga pendampingan saat bertanding. Kami berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa lain untuk aktif berolahraga dan mengembangkan bakatnya,” katanya.
Ia pun berharap kedepan Cahaya bisa terus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya. “Saya lihat anak ini selalu berlatih dengan tekun, dan tidak mudah menyerah. Sehingga kita berharap Cahaya bisa tetap membagi waktu antara sekolah dan latihan. Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga membawa nama baik sekolah dan daerah,” tandasnya. (*)


