Slot Header 970×90

Souvenir Anak Ayam Berujung Kecaman, Rangga & Nunu Cuma Bisa Minta Maaf — Ivan Gunawan Masih Bungkam

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

27 September 2026 pukul 14.45 WITA · 2 menit baca

Souvenir Anak Ayam Berujung Kecaman, Rangga & Nunu Cuma Bisa Minta Maaf — Ivan Gunawan Masih Bungkam
Souvenir Anak Ayam Berujung Kecaman, Rangga & Nunu Cuma Bisa Minta Maaf — Ivan Gunawan Masih Bungkam

BALINEWS - Niat "menyelamatkan" anak ayam justru berujung petaka. Pasangan pengantin Rangga dan Nunu, yang juga kerabat dekat Ivan Gunawan, akhirnya buka suara usai souvenir pernikahan mereka — anak ayam hidup — memicu gelombang kecaman publik dan tudingan kekerasan terhadap hewan.

Dalih "Niat Baik" yang Berujung Bumerang

Dalam pernyataan resminya, keduanya mengklaim ide ini lahir dari keprihatinan terhadap anak ayam yang biasa dicat warna-warni untuk menarik pembeli. Mereka mengaku membeli sebagian anak ayam tersebut dengan dalih ingin memberi "kesempatan hidup lebih baik". Tapi logika ini justru dipertanyakan banyak pihak: bagaimana bisa menyerahkan makhluk hidup ke tangan tamu undangan — tanpa persiapan, tanpa jaminan perawatan — dianggap sebagai bentuk penyelamatan?

Faktanya, insiden ini terbongkar bukan karena pengakuan sukarela, melainkan setelah seorang pengemudi ojek online menemukan anak ayam terjebak dan ditinggalkan begitu saja di gerbang MRT Lebak Bulus. Videonya viral, dan warganet ramai-ramai menyebut ini sebagai animal abuse berkedok tradisi pernikahan.

Gambar berita

Ivan Gunawan Cuci Tangan, Publik Tak Puas

Nama Ivan Gunawan otomatis ikut terseret karena posisinya sebagai saksi nikah sekaligus yang membagikan momen tersebut di media sosialnya. Rangga dan Nunu buru-buru menegaskan bahwa desainer kondang itu sama sekali tak terlibat dalam keputusan souvenir. Namun bagi sejumlah warganet, pembelaan ini terasa janggal — mempertanyakan bagaimana seorang figur publik sekaliber Ivan bisa hadir dan mendukung acara dengan konsep semacam ini tanpa mengingatkan.

Hingga berita ini diturunkan, Ivan Gunawan sendiri memilih diam, tak memberikan klarifikasi maupun pembelaan atas nama pribadinya.

Minta Maaf Setelah Ketahuan, Bukan Sebelum Bertindak

Yang jadi sorotan, permintaan maaf dan langkah "tanggung jawab" — menghubungi kembali para tamu untuk memastikan kondisi anak ayam — baru muncul setelah kasus ini viral dan dihujani kritik, bukan sejak awal perencanaan. Publik menilai ini sebagai bentuk krisis manajemen reputasi, bukan kesadaran murni akan kesejahteraan hewan.

Kasus ini menambah daftar panjang tren souvenir nikahan tak lazim yang mengorbankan makhluk hidup demi konten dan kesan unik — sebuah praktik yang kini makin sering dikritisi netizen sebagai eksploitasi hewan berbalut romantisme pernikahan.

Penulis: Rushel Ambarita (Balinews Jakarta)

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.