WASHINGTON, BALINEWS - Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa penarikan pesawat bomber B-1 dari RAF Fairford di Inggris dilakukan karena adanya ancaman.
Pentagon mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut telah kembali ke markasnya di Amerika Serikat.
Trump menyatakan bahwa ancaman tersebut diketahui sebelum penarikan dilakukan, dan langkah ini diambil untuk menghindari risiko lebih lanjut. Meskipun demikian, rincian mengenai ancaman tersebut masih belum jelas.
Menurut laporan BBC, insiden ini terkait dengan penemuan tiga kendaraan mencurigakan di dekat pangkalan tersebut pada 27 September.
Lima orang sempat ditahan atas dugaan terorisme namun kemudian dibebaskan dengan jaminan.

