GIANYAR, BALINEWS.ID – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang perempuan bernama Kasey Suwenda yang membagikan pengalaman spiritualnya di media sosial. Setelah kalah dalam sebuah perkara properti di pengadilan, ia memilih untuk menempuh perjalanan simbolis dengan berjalan kaki sejauh 33 kilometer dari Kuta menuju Pura Kawitan Karang Buncing di Blahbatuh, Gianyar.
Kisah tersebut ia unggah pada 22 Agustus 2025 melalui akun pribadinya, @kaseysuwenda. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa meskipun kalah di pengadilan, ia merasa menang di mata Tuhan, Semesta, Ibu Pertiwi, dan Leluhur.
“Saya kalah di pengadilan, tapi tidak di mata Tuhan, Semesta, Ibu Pertiwi, dan Leluhur.”
Kasey menjelaskan, perjalanan ini ia lakukan sebagai cara untuk melepaskan luka dan trauma yang dirasakan akibat hasil persidangan. Lebih dari itu, ia menjadikan perjalanan ini sebagai ritual spiritual untuk melaporkan dan menyerahkan kembali ujian hidup yang dihadapinya kepada Tuhan dan para leluhur.
“Perjalanan ini adalah cara saya melepaskan luka dan trauma, sekaligus melapor & menyerahkan kembali ujian hidup ini kepada Tuhan, Semesta, Ibu Pertiwi, dan Leluhur—dengan hati dan jiwa yang utuh.”
Aksi yang dilakukan Kasey ini mendapatkan banyak respons positif dan dukungan dari warganet, menunjukkan bagaimana ia memilih cara yang unik dan penuh makna untuk menghadapi kekalahan.