Slot Header 970×90

Viral Bentak Gubernur Koster, Nanda Novita Mengaku Tak Menyesal: Saya Kelelahan

Oleh Fery Fadli · null

20 Oktober 2026 pukul 00.38 WITA · 2 menit baca

Nanda Novita, Pegawai Perempuan SPBU di Bali yang Videonya Beradu Mulut dengan Gubernur Bali Wayan Koster.
Nanda Novita, Pegawai Perempuan SPBU di Bali yang Videonya Beradu Mulut dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

DENPASAR, BALINEWS — Nanda Novita, pegawai perempuan SPBU di Bali yang videonya beradu mulut dengan Gubernur Bali Wayan Koster viral di media sosial, mengaku tidak menyesali perkataannya saat insiden tersebut terjadi. Ia menyebut luapan emosinya dipicu kelelahan setelah harus melayani masyarakat selama 24 jam di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM).

Saat ditemui di Denpasar, Senin (19/10/2026), Nanda, warga Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, menjelaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan kerjanya telah kelelahan ketika Koster meminta SPBU tetap beroperasi selama 24 jam.

“Saat itu kita sudah lelah. Sudah jam 01.00 dini hari, tetapi belum berhenti juga. Tiba-tiba datang Pak Koster suruh buka 24 jam. Capek, Pak. Teman-teman yang lain sudah pada sakit. Makanya keluar kata-kata seperti itu,” ujar Nanda.

Ia mengatakan, situasi saat itu membuat dirinya kesulitan menahan emosi. Menurutnya, para pekerja harus menghadapi lonjakan pelayanan di tengah antrean BBM yang berlangsung selama beberapa hari.

Nanda juga menjelaskan bahwa Koster tidak terlibat dalam pertengkaran panjang saat kejadian tersebut. Menurut pengakuannya, gubernur hanya meminta agar pelayanan tetap berjalan selama 24 jam.

“Dia tidak bertengkar. Dia hanya omong, ‘Diam kamu.’ Setelah itu tidak ada lagi kata-kata yang keluar,” katanya.

Setelah insiden tersebut, Nanda bersama rekan-rekannya kembali melayani pelanggan seperti biasa. Ia mengungkapkan bahwa selama sepekan antrean panjang berlangsung, karyawan yang bekerja di luar jam kerja memang menerima insentif berupa uang lembur. Namun, menurutnya, insentif tersebut tidak sebanding dengan kelelahan fisik yang mereka alami.

Meski sempat meluapkan kemarahan di hadapan gubernur, Nanda menegaskan tidak menyimpan dendam terhadap Koster. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk memaafkan dan tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut.

Nanda bersama sejumlah rekan kerjanya diketahui turut diundang saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengunjungi Depo Pesanggaran, Denpasar. Namun, belum ada keterangan yang memastikan apakah kehadiran mereka berkaitan dengan mediasi, apresiasi, atau agenda lainnya.

Insiden yang melibatkan Nanda dan Koster terjadi pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, ketika gubernur mengunjungi SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro, Denpasar. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seorang pegawai perempuan terlihat menyampaikan keberatannya dengan nada emosional terkait kondisi kerja di tengah antrean BBM.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan pembicaraan mengenai pelayanan SPBU, kondisi kerja petugas, serta penanganan antrean BBM di Bali.

Pengakuan Nanda menyoroti sisi lain dari situasi tersebut, yakni tekanan yang dihadapi petugas SPBU ketika harus melayani masyarakat di tengah lonjakan permintaan. Ia berharap kondisi yang dialami para pekerja dapat dipahami, terutama ketika mereka harus bekerja lebih lama dari jadwal normal.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan mediasi antara Nanda dan Koster maupun tindak lanjut khusus terhadap para pegawai yang terlibat dalam insiden tersebut.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.