Bali tidak hanya soal pantai. Di balik deretan resor dan kafe di selatan pulau, lembah-lembah hijau di Gianyar, Bangli, Badung, Tabanan, hingga Buleleng menyimpan air terjun yang jatuh di antara tebing berlumut, gua batu, dan hutan tropis.
Sebagian bisa dicapai dengan jalan kaki santai beberapa menit dari parkir, sebagian lagi menuntut ratusan anak tangga. Berikut 10 air terjun di Bali yang layak masuk daftar perjalanan Anda, disusun dari kawasan Ubud dan sekitarnya hingga ke Bali utara.
1. Air Terjun Tegenungan

Foto: Magul/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Tegenungan, yang juga dikenal sebagai Air Terjun Kemenuh, adalah salah satu air terjun paling mudah dijangkau dari Ubud, dengan jarak sekitar 10 kilometer ke arah selatan. Airnya berasal dari aliran Tukad Petanu dan jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter dengan debit yang deras. Di kawasan ini juga terdapat Pura Beji yang digunakan umat setempat untuk melukat, sehingga pengunjung diharapkan menjaga sikap dan pakaian.
Lokasi: Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
2. Air Terjun Kanto Lampo

Foto: Lamacchiacosta/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Kanto Lampo tidak jatuh lurus seperti air terjun pada umumnya. Airnya mengalir di atas dinding batu hitam yang berundak sehingga tampak seperti tangga air, menjadikannya salah satu latar foto favorit di Gianyar. Daya tarik wisata yang mulai beroperasi pada 2018 ini berada tidak jauh dari pusat kota Gianyar.
Lokasi: Jalan Kaliasem, Lingkungan Kelod Kangin, Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.
3. Air Terjun Tukad Cepung

Foto: Bex Walton/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Tukad Cepung kerap dijuluki "air terjun dari langit". Air setinggi sekitar 15 meter ini jatuh di dalam celah tebing batu yang menyerupai gua, sehingga baru terlihat setelah pengunjung berjalan kaki sekitar 15 sampai 20 menit dari area parkir. Sejumlah panduan wisata menyebut berkas sinar matahari paling sering menembus celah tebing pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WITA saat cuaca cerah.
Lokasi: Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
4. Air Terjun Tibumana
Bangli adalah satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki garis pantai, dan Tibumana menjadi salah satu alasan untuk tetap singgah ke sana. Dari loket, pengunjung menyusuri jalan setapak yang sudah ditata dengan anak tangga dan pagar pengaman, melewati dua jembatan kayu, lalu tiba di air terjun dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Suasananya teduh, dikelilingi tebing hijau dan vegetasi hutan tropis.
Lokasi: Jalan Setra Agung, Banjar Bangunlemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
5. Air Terjun Nungnung
Nungnung adalah pilihan bagi pencari tantangan di Badung utara. Air terjun setinggi sekitar 50 meter ini hanya bisa dinikmati setelah menuruni sekitar 500 anak tangga beton, dengan beberapa rest area di sepanjang jalur. Lokasinya berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Denpasar, atau 1,5 hingga 2 jam berkendara melewati sawah dan kebun bunga gemitir.
Lokasi: Desa Adat Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
6. Air Terjun Leke Leke

Foto: Chainwit./Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
Nama Leke Leke, menurut pengelolanya, terinspirasi dari lika-liku perjalanan mencari air terjun yang tersembunyi di tengah hutan ini. Airnya jatuh ramping dari ketinggian sekitar 30 meter di antara dua tebing yang dipenuhi tanaman rambat. Jalur turunnya berupa ratusan anak tangga dan sebuah jembatan di atas sungai, sementara kolam di bawahnya dangkal sehingga lebih cocok untuk merendam kaki daripada berenang.
Lokasi: Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
7. Air Terjun Banyumala

Foto: Chainwit./Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Dikenal sebagai Banyumala Twin Waterfalls, air terjun di dasar lembah Wanagiri ini memiliki beberapa aliran yang merayap pelan di dinding tebing berlumut. Pengunjung perlu trekking sekitar 15 sampai 20 menit dari area parkir, melewati kebun cengkih dan kopi milik warga. Di bawahnya terdapat kolam alami berair jernih yang kerap dipakai untuk berenang atau sekadar berendam.
Lokasi: Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
8. Air Terjun Red Coral (Air Terjun Munduk)

Foto: Jean-Marie Hullot/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Di peta digital, air terjun ini lebih sering tercatat sebagai Red Coral Waterfall. Alirannya tunggal dan kuat, jatuh dari tebing di tengah hutan Munduk yang sejuk. Jalur dari parkir di tepi jalan utama Munduk sebagian besar berupa jalan setapak beton sepanjang sekitar 650 meter, dan air terjun ini juga menjadi bagian dari rute trekking air terjun Munduk bersama Melanting, Labuhan Kebo, dan Golden Valley.
Lokasi: Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
9. Air Terjun Gitgit

Foto: Juan Antonio F. Segal/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Gitgit adalah salah satu air terjun paling dikenal di Bali utara dan relatif mudah dicapai karena berada di dekat jalan raya penghubung Bedugul dan Singaraja, sekitar 11 kilometer dari Kota Singaraja. Dari parkir, pengunjung berjalan kaki sekitar 20 menit menyusuri jalan
setapak yang rindang sebelum tiba di air terjun berarus deras ini. Lokasinya cocok sebagai persinggahan dalam perjalanan antara Bedugul dan Singaraja.
Lokasi: Jalan Raya Bedugul-Singaraja, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
10. Air Terjun Sekumpul

Foto: Putu Andika Panendra/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sekumpul kerap disebut sebagai salah satu air terjun terindah di Bali. Beberapa aliran air jatuh bersamaan dari tebing tinggi yang dikelilingi hutan, menciptakan pemandangan yang dramatis. Untuk sampai ke dasar, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga dan menyeberangi sungai, sehingga pengelola menyediakan paket trekking bersama pemandu lokal, termasuk rute ke Hidden Waterfall dan Fiji Waterfall.
Lokasi: Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Tips sebelum berangkat
Oktober adalah masa peralihan menuju musim hujan. Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat, kenakan alas kaki yang tidak licin, dan hindari berada di dasar air terjun yang sempit saat atau setelah hujan deras karena debit air bisa naik dengan cepat. Jangan berdiri tepat di bawah jatuhan air yang deras.
Siapkan uang tunai karena tidak semua loket menerima pembayaran nontunai, dan tanyakan langsung tarif terbaru di lokasi karena harga tiket bisa berubah. Terakhir, banyak air terjun di Bali berada di dekat pura atau tempat melukat. Hormati aturan setempat, jangan memakai sabun atau sampo di aliran air, dan bawa kembali sampah Anda.

