Slot Header 970×90

112 Ton BBM Dijadwalkan Masuk, Kapolsek Nusa Penida Cek Empat SPBU

Oleh Kaka · Redaksi

13 Oktober 2026 pukul 09.34 WITA · 2 menit baca

Polsek Nusa Penida melakukan pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di empat stasiun pengisian bahan bakar minyak (APMS) dan SPBU di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Jumat (3/7/2026) malam.
Polsek Nusa Penida melakukan pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di empat stasiun pengisian bahan bakar minyak (APMS) dan SPBU di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Jumat (3/7/2026) malam. — ist

NUSA PENIDA, BALINEWS – Polsek Nusa Penida melakukan pemantauan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di empat stasiun pengisian bahan bakar minyak (APMS) dan SPBU di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Jumat (3/7/2026) malam. Dari hasil pendataan, total pasokan BBM sebanyak 112 ton dijadwalkan tiba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengecekan dipimpin Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., bersama sejumlah personel. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WITA tersebut bertujuan memastikan distribusi dan pelayanan BBM berjalan lancar sekaligus mengantisipasi antrean panjang serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Empat lokasi yang menjadi sasaran pemantauan yakni APMS 01 Batumulapan di Desa Batununggul, APMS 02 Sental di Desa Ped, SPBU Banjar Nyuh, serta SPBU Ceningan.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan, pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi stok BBM di lapangan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertib. Pengelola juga diimbau mengatur antrean kendaraan dengan baik, memprioritaskan pelayanan bagi kendaraan umum, serta mencegah antrean meluber hingga ke badan jalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, aktivitas pelayanan di lokasi yang beroperasi terpantau normal dan lancar. Petugas tidak menemukan antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas maupun pelanggaran pembelian BBM menggunakan jerigen. Situasi kamtibmas di sekitar lokasi juga dilaporkan kondusif.

Dari hasil pendataan, APMS 01 Batumulapan memiliki stok Pertamax sebanyak 14.381, Pertalite 9.588, dan Pertadex 5.513. Pasokan berikutnya direncanakan berupa 16 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite. Sementara itu, belum terdapat rencana penambahan pasokan Pertadex.

APMS 02 Sental tercatat memiliki stok Pertamax 13.889 dan Pertalite 5.248, sedangkan Biosolar dalam kondisi nihil. Untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya, masing-masing 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite dijadwalkan masuk.

Sementara di SPBU Banjar Nyuh, stok yang tersedia meliputi Pertamax 9.753, Pertalite 6.678, dan Biosolar 3.807. Pasokan berikutnya direncanakan sebanyak 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite. Adapun jumlah tambahan Biosolar belum dapat dipastikan.

Kondisi berbeda ditemukan di SPBU Ceningan yang dilaporkan kehabisan stok Pertamax, Pertalite, dan Biosolar saat pemeriksaan berlangsung. Berdasarkan rencana distribusi yang tercantum dalam laporan, SPBU tersebut dijadwalkan menerima pasokan 41 ton Pertamax dan 15 ton Pertalite.

Secara keseluruhan, rencana pasokan yang tercatat mencapai 112 ton, terdiri atas 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite. Jumlah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Nusa Penida.

Petugas turut mengingatkan para pengelola APMS dan SPBU agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai kondisi stok dan jadwal distribusi. Perhatian khusus diperlukan untuk mengantisipasi kekosongan BBM di SPBU Ceningan serta ketersediaan Biosolar yang nihil di APMS 02 Sental.

Melalui pemantauan tersebut, Polsek Nusa Penida berupaya menjaga kelancaran pelayanan BBM sekaligus mencegah munculnya gangguan kamtibmas. Pengawasan akan menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan Nusa Penida. (*)

Kaka

Kaka

-

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.