ULUWATU, BALINEWS - Dari kolam berlantai kaca di ujung tebing yang menghadap Samudra Hindia hingga pengalaman fine dining di dalam gua kapur alami, resor eksklusif dengan delapan vila ini menghadirkan Uluwatu dari berbagai perspektif yang berbeda.
Berlokasi di atas tebing setinggi 530 kaki dari Samudra Hindia, The edge Bali benar-benar mewujudkan namanya melalui lokasinya yang berada tepat di ujung tebing Uluwatu.
Dengan hanya delapan vila privat yang masing-masing dirancang dengan karakter berbeda dan total 17 kamar tidur, para tamu dapat berenang di infinity pool berlantai kaca yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, bangun dengan pemandangan laut tanpa batas, menikmati perawatan spa sambil memandang cakrawala, hingga turun ke bawah resor untuk menikmati makan malam di dalam gua kapur alami.
Di sini, lanskap Uluwatu bukan sekadar pemandangan untuk dinikmati, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman.
Terletak di pesisir selatan Bali, The edge menghadirkan perpaduan antara kemegahan lanskap sekitarnya dan suasana resor yang mengutamakan privasi.
Dari atas tebing, Samudra Hindia membentang luas seolah tanpa batas. Sementara saat memasuki gua alami di bawah resor, suasana berubah sepenuhnya, seakan terpisah dari dunia luar.
Lanskap Uluwatu menjadi bagian penting dari karakter The edge Bali. Bukan hanya melalui satu pemandangan atau pengalaman tertentu, tetapi melalui berbagai pengalaman yang memperlihatkan keindahan Uluwatu dari sudut pandang yang berbeda.
Hubungan dengan lanskap terasa semakin nyata di oneeighty°, day club The edge Bali yang berada di atas tebing dengan panorama laut terbuka.
Daya tarik utamanya adalah Sky Pool berlantai kaca yang membentang sejauh 6,5 meter dari sisi tebing, memungkinkan para tamu berenang di ketinggian sekitar 530 kaki di atas Samudra Hindia.
Dari sisi kolam yang transparan, pemandangan laut tidak hanya terlihat di kejauhan, tetapi juga tepat di bawah, memberikan perspektif yang berbeda saat menikmati lanskap Uluwatu.
Di area lain di resor, keindahan Uluwatu hadir dalam suasana yang lebih tenang.
Di The spa, dinding kaca menghadirkan pemandangan laut yang dapat dinikmati selama perawatan.
Dari teras vila, para tamu dapat menikmati suasana pagi dengan panorama Samudra Hindia, sementara area taman dan berbagai ruang terbuka di sekitar resor menawarkan sudut pandang yang berbeda sepanjang hari.
The edge dirancang dengan memanfaatkan karakter alam Uluwatu, menghadirkan berbagai ruang yang memungkinkan para tamu menikmati lanskap sekitarnya dari perspektif yang berbeda.
Kemudian, ada sisi lain dari The edge yang tidak terlihat dari atas.
Saat pembangunan resor berlangsung, sebuah gua kapur alami ditemukan di bawah area properti.
Alih-alih mengubah atau menutupnya, gua tersebut dipertahankan dan kemudian dikembangkan menjadi salah satu pengalaman paling khas di The edge: The cave by Chef Ryan Clift.
Dari area tebing, para tamu menuruni tangga spiral menuju gua alami yang terbentuk selama ribuan tahun.
Di dalamnya, jumlah tamu dibatasi untuk menikmati pengalaman bersantap di antara bebatuan kapur dan stalaktit yang terbentuk secara alami.
Pengalaman bersantap ini dipimpin oleh Chef Ryan Clift, chef kelahiran Inggris yang dikenal melalui Tippling Club di Singapura.
Menu degustasi yang terdiri dari beberapa hidangan disajikan dengan proyeksi visual pada dinding gua, menghadirkan elemen berbeda tanpa menghilangkan karakter alami ruang tersebut.
Di tengah rangkaian makan malam, para tamu juga diajak menjelajahi bagian lain dari gua. Dengan mengenakan helm keselamatan, mereka dapat melihat beberapa ruang yang lebih kecil sebelum kembali ke meja untuk melanjutkan pengalaman bersantap.
Meski memiliki elemen teatrikal, daya tarik utama The cave tetap terletak pada gua alami itu sendiri.
Di bawah lanskap pesisir Uluwatu, pengalaman bersantap berlangsung langsung di dalam salah satu bagian dari alamnya, bukan sekadar menikmatinya dari kejauhan.
Kembali ke area utama resor, The edge Bali menawarkan konsep akomodasi yang berbeda dari resor pada umumnya.
Alih-alih kamar hotel, para tamu menginap di salah satu dari delapan vila privat yang masing-masing memiliki desain dan karakter tersendiri.
Dengan ruang yang luas dan privasi yang terjaga, pengalaman menginap terasa lebih menyerupai hunian pribadi.
Vila terkecil dirancang untuk dua orang, sementara vila terbesar memiliki lima kamar tidur yang dilengkapi dengan bioskop pribadi, wine cellar, dan cigar lounge.
Setiap vila juga memiliki karakter dan fasilitas yang berbeda. The Shore, vila dengan dua kamar tidur, dilengkapi dengan Gaming Room, sementara vila lainnya memiliki kolam koi dan ruang hiburan anak.
Kolam renang pribadi serta area indoor dan outdoor yang luas semakin memberikan kenyamanan layaknya berada di hunian pribadi.
Bagi keluarga dan rombongan, vila dengan kapasitas lebih besar memungkinkan para tamu untuk menginap bersama tanpa mengurangi privasi.
Sementara bagi pasangan, vila berkapasitas lebih kecil menawarkan suasana yang lebih privat, dilengkapi dengan layanan butler 24 jam.
Dengan total hanya 17 kamar tidur di seluruh area resor, para tamu memiliki keleluasaan untuk menikmati waktu tanpa harus mengikuti rutinitas khas hotel.
Hari di The edge dapat dimulai dengan sarapan sambil menikmati pemandangan laut, dilanjutkan dengan bersantai di tepi kolam renang, menikmati perawatan di The spa, atau makan siang dengan santai.
Bagi yang ingin menikmati aktivitas lainnya, The Club menyediakan lapangan tenis, arena bowling dua jalur, meja biliar, ruang karaoke privat, serta ruang pertemuan.
Uluwatu tetap mudah dijangkau, namun berbagai fasilitas dan pengalaman di dalam resor membuat para tamu dapat menikmati waktu tanpa harus terburu-buru pergi ke tempat lain.
Perhatian The edge Bali terhadap lingkungan sekitarnya juga diterapkan dalam operasional resor. Berbagai inisiatif keberlanjutan dilakukan, mulai dari mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah makanan, menanam sejumlah bahan makanan di area resor, mendaur ulang minyak jelantah, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Upaya ini juga didukung melalui berbagai kemitraan yang berkontribusi terhadap komunitas lokal serta pelestarian lingkungan alam Bali.
Tebing Uluwatu juga menjadi latar bagi salah satu pengalaman utama lainnya di The edge: destination wedding.
Perayaan dapat diselenggarakan mulai dari seremoni intim untuk sepuluh tamu hingga acara dengan kapasitas 200 orang, dengan pilihan area taman, teras, dan berbagai ruang di sekitar tebing yang menghadap Samudra Hindia.
Namun, pengalaman yang ditawarkan tidak berhenti pada hari pernikahan.
Dengan hanya delapan vila, pasangan dapat menghadirkan suasana yang lebih privat di Uluwatu, sekaligus menginap bersama keluarga dan sahabat dalam satu area resor.
Dengan demikian, rangkaian destination wedding dapat berlangsung selama beberapa hari, bukan hanya beberapa jam.
Mulai dari makan malam bersama pada malam sebelumnya, sarapan keesokan harinya, menghabiskan sore di tepi kolam renang, hingga menikmati pengalaman bersantap yang lebih intim di The cave.
Bagi tamu yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari luar negeri, momen-momen di luar seremoni tersebut dapat menjadi bagian yang sama berkesannya dari keseluruhan perayaan.
“Lanskap Uluwatu selalu menjadi bagian penting dalam perkembangan The edge,” ujar Greg Hoehn, General Manager The edge. “Alih-alih mencoba menyaingi keindahan tebing di sekitarnya, kami terus mencari cara berbeda untuk menikmatinya, baik dengan berenang di atasnya, bangun dengan pemandangannya, merayakan momen istimewa di atas tebing, maupun menikmati makan malam di bawahnya," paparnya.
Hal inilah yang menjadi salah satu karakter utama The edge. Resor ini tidak hanya mengandalkan satu pemandangan, satu vila, atau satu daya tarik untuk mendefinisikan pengalaman yang ditawarkan.
Lanskap Uluwatu justru dapat dinikmati dari berbagai perspektif: dari kolam berlantai kaca dengan Samudra Hindia terbentang jauh di bawah, dari teras vila dengan pemandangan laut yang luas, dari perayaan pernikahan di atas tebing dengan laut sebagai latarnya, hingga pengalaman bersantap di dalam gua alami yang menghadirkan suasana yang sepenuhnya berbeda.
Di The edge, Uluwatu bukan sekadar latar belakang, tetapi menjadi bagian dari setiap pengalaman.(Rls)

