Slot Header 970×90

Hanya Melintas di Jatiluwih Tak Dipungut Biaya, Ini Penegasan Manajer Operasional

Oleh Agung · null

1 November 2026 pukul 21.39 WITA · 2 menit baca

Hanya Melintas di Jatiluwih Tak Dipungut Biaya, Ini Penegasan Manajer Operasional

TABANAN, BALINEWS - Pungutan tiket masuk di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan yang dikeluhkan seseorang yang mengaku tetap diperiksa dan diminta membayar meski hanya melintas di kawasan Jatiluwih yang sempat viral dimetsos ini ditangapi, Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Purna.

Atas kejadian tersebut Dirinya menyampaikan permohonan maaf yang dialami seseorang yang merasa diperiksa dan diminta membayar meski hanya melintas di kawasan Jatiluwih tersebut.

"Saya selaku manajer daya tarik wisata Jatiluwih menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan objek wisata Jatiluwih, khususnya masyarakat Bali yang merasa tidak nyaman datang ke Jatiluwih," jelasnya, kemarin,(Sabtu,(31/10/2026) di Jatiluwih, Tabanan.

Dirinya mengatakan, Sesuai prosedur sejak 2014, setiap pengunjung yang masuk ke kawasan Jatiluwih, sebelumnya akan ditanya tujuan kedatangan, apakah melintas atau ingin berkunjung.

Jika pengunjung atau masyarakat hanya melintas tentu tidak diminta biaya retribusi, akan tetapi sebaliknya, jika berkunjung tentu akan diwajibkan bayar retribusi.

"Sesuai aturan dan prosedur berlaku, setiap pengunjung atau masyarakat datang ke Jatiluwih sejak 2014, kita akan pertanyakan maksud dan tujuan masyarakat atau pengunjung datang ke Jatiluwih.Saya tegaskan di sini, bahwa masyarakat Bali datang ke Jatiluwih yang hanya sifatnya melintas, kami yakinkan 100% kami tidak meminta pembayaran retribusi.Tapi dengan tegas juga saya sampaikan disini bahwa, seandainya pengunjung yang menyampaikan di pos tiket hanya melintas dan akhirnya berhenti di objek wisata kami, baik itu cuman 15 menit atau 30 menit, petugas tiket kami dengan sopan akan mendatangi masyarakat bersangkutan untuk memintai retribusi tiket yang seharusnya dibayar masuk ke objek wisata kami.Sekali lagi, kalau hanya untuk melintas di Jatiluwih, hanya menggunakan jalur jalan Jatiluwih, sekali lagi kami tidak memungut retribusi apapun bentuknya," bebernya.

Dirinya mengatakan, dengan kejadian tersebut evaluasi secara menyeluruh telah dilakukan.

"Kita sudah melakukan evaluasi menyeluruh dengan viralnya kejadian-kejadian yang menyampaikan bahwa hanya melintas di Jatiluwih kita dimintain membayar tiket tersebut," ucapnya.

Sembari Ia berharap, kawasan DTW Jatiluwih tetap terjaga kedepan sehingga, mampu memberi manfaat baik bagi Pemerintah maupun masyarakat Tabanan.

"Saya berharap, di tahun-tahun depan, Jatiluwih bisa tetap terjaga serta, Jatiluwih tetap bisa berkontribusi khususnya ke Pemkab Tabanan dan masyarakat yang ada di Jatiluwih dan masyarakat penyangga agar, Jatiluwih ini tetap lestari seperti, tujuan dan maksud leluhur kita yang mewariskan sawah berundak yang luar biasa ini," harap Purna.(*)

Agung

Agung

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.