Slot Header 970×90

Anggaran Makan Terbatas, Rudenim Denpasar Pindahkan 10 WNA ke Kupang

Oleh Fery Fadli · null

15 Oktober 2026 pukul 17.11 WITA · 2 menit baca

Anggaran Makan Terbatas, Rudenim Denpasar Pindahkan 10 WNA ke Kupang

BADUNG, BALINEWS – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar memindahkan 10 warga negara asing (WNA) yang melanggar ketentuan keimigrasian ke Rudenim Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (14/10/2026). Pemindahan dilakukan untuk menyesuaikan jumlah penghuni dengan keterbatasan alokasi anggaran makan deteni di Rudenim Denpasar.

Berdasarkan data per 14 Oktober 2026, Rudenim Denpasar menampung 35 deteni dari kapasitas maksimal 80 orang. Namun, anggaran makan yang tersedia hanya mencakup 30 orang. Setelah pemindahan 10 deteni, jumlah penghuni berkurang menjadi 25 orang, sehingga berada di bawah batas alokasi anggaran tersebut.

Pemindahan antarunit pelaksana teknis itu dilakukan setelah mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi. Prosesnya tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, serta pemenuhan hak-hak dasar para deteni. Setibanya di Kupang, penanganan administrasi keimigrasian hingga proses deportasi akan dilanjutkan oleh Rudenim setempat.

Dari total 10 deteni yang dipindahkan, tujuh orang merupakan pelanggar izin tinggal atau overstay, sedangkan tiga lainnya terkait kasus gangguan keamanan dan ketertiban.

Tujuh deteni kasus overstay terdiri atas ZF dan WR, warga negara Afghanistan; AAL, AMYL, dan YYL, warga negara Filipina; PM, warga negara Uganda; serta ME, warga negara Turki.

Sementara itu, tiga deteni yang terkait kasus gangguan keamanan dan ketertiban masing-masing berinisial PP, pria warga negara Belarus; KJ, perempuan warga negara Uganda; serta SMY, pria warga negara Turki.

PP sebelumnya ditindak setelah diduga membuat keributan di sebuah hotel di kawasan Lovina pada akhir Januari 2026. Berdasarkan catatan penanganan, insiden tersebut berkaitan dengan penolakan membayar biaya perpanjangan menginap serta transaksi belanja di warung sekitar.

KJ diamankan di Tabanan setelah masuk ke rumah warga dalam kondisi linglung tanpa membawa dokumen perjalanan. Adapun SMY diamankan tim Patroli Keimigrasian di Canggu Point pada akhir April 2026 setelah adanya keluhan warga terkait dugaan menggelandang dan meminta makanan dengan alasan kehilangan barang berharga sejak awal tahun.

Pemindahan menuju Rudenim Kupang dikawal 21 petugas gabungan, terdiri atas 14 personel Rudenim Kupang, enam personel Rudenim Denpasar, dan satu personel Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Sebelum keberangkatan, seluruh deteni menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

Kepala Rudenim Denpasar, Teguh Mentalyadi, mengatakan pemindahan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan deteni berdasarkan kebutuhan operasional dan penataan kapasitas fasilitas.

“Pemindahan deteni antar-Rudenim merupakan bagian dari mekanisme pengelolaan deteni yang dilakukan sesuai kebutuhan operasional. Dalam pelaksanaannya, kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, terkoordinasi, dan tetap memperhatikan aspek keamanan serta pemenuhan hak-hak dasar para deteni,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, koordinasi antarsatuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi terus diperkuat untuk mendukung penanganan administrasi keimigrasian dan upaya pemulangan deteni ke negara asal secara efektif dan akuntabel.

Pemindahan tersebut melanjutkan rangkaian redistribusi deteni yang dilakukan Rudenim Denpasar sepanjang 2026. Sebelumnya, satu warga negara Rusia-Israel dipindahkan ke Rudenim Jayapura pada 24 Februari, satu warga negara Aljazair ke Rudenim Jakarta pada 19 Mei, tiga deteni asal Moldova, Nigeria, dan Estonia ke Rudenim Kupang pada 9 Juni, serta dua deteni ke Rudenim Makassar pada awal September.

Dengan pemindahan terbaru ini, jumlah penghuni Rudenim Denpasar menjadi 25 orang, sementara penanganan lanjutan terhadap 10 deteni diserahkan kepada Rudenim Kupang.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.