Slot Header 970×90

BBM Bali Diklaim Aman 2 Pekan, Koster Desak Pertamina Percepat Distribusi

Oleh Agung · null

14 Oktober 2026 pukul 11.37 WITA · 4 menit baca

BBM Bali Diklaim Aman 2 Pekan, Koster Desak Pertamina Percepat Distribusi

DENPASAR, BALINEWS – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali mendorong Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung meninjau penanganan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Koster meminta Pertamina mempercepat pemulihan distribusi agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat mengisi bahan bakar.

Dalam rapat terbatas bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait di Depot BBM Pertamina Patra Niaga, Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), Koster menegaskan ketersediaan stok harus diimbangi distribusi yang lancar hingga ke SPBU.

Usai rapat, Koster bersama jajaran Pertamina meninjau langsung fasilitas sandar dan bongkar muat kapal tanker BBM di Pelabuhan Benoa untuk melihat kondisi operasional penerimaan pasokan.

Koster mengungkapkan, berdasarkan laporan Pertamina, stok Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan mencukupi kebutuhan hingga dua pekan ke depan. Pasokan tambahan juga akan terus didatangkan secara bertahap.

“Yang pertama ingin saya pastikan, ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tersedia dan akan terus datang secara bertahap,” tegas Koster.

Meski stok diklaim aman, Koster menekankan persoalan distribusi harus segera dituntaskan. Menurutnya, ketersediaan BBM di terminal tidak akan cukup membantu masyarakat apabila penyalurannya ke SPBU masih terkendala.

Pertamina melaporkan, kapal tanker pembawa BBM telah tiba di Terminal BBM Manggis dan Pesanggaran, Selasa (13/10/2026).

Pasokan Pertalite yang tiba mencapai 19,2 juta liter, diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari.

Sementara itu, tambahan Pertamax sebanyak tiga juta liter diperkirakan memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.

Pengiriman berikutnya dijadwalkan pada 15, 16, dan 17 Oktober 2026, dengan tambahan Pertalite sebanyak 25 juta liter. Pasokan Pertamax juga akan diperkuat melalui kedatangan kapal selanjutnya.

Untuk mempercepat penyaluran, jumlah armada mobil tangki ditambah dari sekitar 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 armada ini diharapkan meningkatkan frekuensi pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU, terutama di wilayah yang mengalami antrean panjang.

Koster juga berkoordinasi dengan Polda Bali untuk membantu pengawalan mobil tangki menuju SPBU. Langkah tersebut diharapkan memperlancar perjalanan armada dan mempercepat distribusi ke lokasi yang membutuhkan.

Pemulihan distribusi diprioritaskan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, dua wilayah dengan aktivitas masyarakat dan kebutuhan BBM yang tinggi.

Sebanyak 92 SPBU menjadi fokus percepatan pelayanan, terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung. Pertamina menyiapkan operasional SPBU selama 24 jam secara bertahap, menyesuaikan kesiapan tenaga kerja dan sarana pendukung.

Optimalisasi operasional selama 24 jam juga dilakukan pada fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM di Manggis dan Pesanggaran.

Tidak hanya Denpasar dan Badung, Pertamina merencanakan penerapan pelayanan SPBU 24 jam di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari berikutnya. Pelaksanaan kebijakan ini akan menyesuaikan kesiapan operasional serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pertamina juga terus memantau perkembangan antrean dan efektivitas distribusi sebagai dasar evaluasi, termasuk menentukan waktu pengembalian jam operasional SPBU ke kondisi normal setelah penyaluran BBM dinilai stabil.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.

Simon menjelaskan, salah satu kendala distribusi dipengaruhi gangguan dalam proses bongkar muat kapal tanker akibat persoalan pada jangkar kapal.

Kondisi tersebut membuat jadwal yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 tertunda hingga sekitar pukul 22.00.

Atas kondisi tersebut, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah percepatan, mulai dari penguatan pasokan, penambahan armada mobil tangki, penambahan tenaga operator, hingga optimalisasi jam operasional SPBU.

Koster menegaskan, persoalan distribusi BBM tidak bisa ditangani secara parsial. Diperlukan koordinasi seluruh pihak agar dampaknya terhadap aktivitas masyarakat, pekerja transportasi, pelaku usaha, dan sektor pariwisata dapat segera diminimalkan.

“Ini bukan hanya urusan Pertamina atau satu instansi saja. Ini urusan kita bersama. Kalau kita saling melempar tanggung jawab, masyarakat yang akan kesulitan. Karena itu, kita selesaikan bersama-sama dan kita tuntaskan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Koster, kelancaran pasokan energi menjadi hal penting bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Gangguan distribusi saat ini juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat perencanaan dan kesiapan operasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Di tengah upaya pemulihan distribusi, Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pengisian secara bersamaan apabila belum mendesak, karena penumpukan kendaraan berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat pelayanan di SPBU.

Pemerintah Provinsi Bali akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

“Yang terpenting, kebutuhan masyarakat harus terpenuhi. Kita pastikan pasokannya tersedia, distribusinya dipercepat, dan pelayanan diperbaiki. Kita bekerja bersama-sama agar kondisi ini segera normal dan tidak terulang kembali,” tegas Koster.

Dengan tambahan pasokan, peningkatan armada mobil tangki, serta rencana operasional SPBU selama 24 jam, pemulihan distribusi BBM di Bali diharapkan segera berjalan efektif. Namun, kelancaran penyaluran hingga ke SPBU menjadi penentu agar antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat benar-benar dapat terurai.(*)

Agung

Agung

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.