DENPASAR, BALINEWS — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali memasuki hari ketiga pada Rabu (14/10/2026). Antrean kendaraan masih mengular hingga ratusan meter di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar. Untuk mengurangi kemacetan dan mempercepat distribusi BBM, anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mengusulkan penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) serta pembelajaran daring untuk sementara waktu.
Pantauan pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WITA menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di kawasan Gatot Subroto Tengah, SPBU Ubung, Jalan Ahmad Yani Utara, Gatot Subroto Timur, hingga Tohpati. Antrean tersebut berdampak pada kelancaran lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kemacetan juga terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA di perempatan Jalan Marlboro dan Teuku Umar Barat, Denpasar. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat di dua SPBU di sekitar lokasi membuat arus lalu lintas semakin padat.
Menanggapi kondisi tersebut, Nyoman Parta meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama distribusi BBM belum kembali normal.
Ia mengusulkan agar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta institusi terkait mempertimbangkan penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) selama beberapa hari. Selain itu, kampus dan sekolah didorong menerapkan pembelajaran daring untuk sementara waktu.
“Sehingga mengurangi kemacetan dan mobilitas distribusi BBM dari Depo Manggis dan Sanggaran bisa lebih cepat,” kata Parta di Denpasar, Selasa (13/10/2026).
Selain pembatasan mobilitas, Parta meminta Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengawal distribusi BBM dari depo menuju SPBU. Menurutnya, pengawalan diperlukan agar pasokan dapat tiba lebih cepat dan kemacetan akibat antrean kendaraan bisa dikurangi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
“Atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku Direktur Utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” ujar Simon.
Simon menjelaskan, Pertamina terus berupaya memperbaiki distribusi energi agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal. Ia menyebut salah satu kendala pasokan terjadi saat proses pembongkaran kargo kapal akibat masalah pada jangkar kapal.
Kendala tersebut menyebabkan jadwal yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
“Namun sekali lagi, kejadian ini tidak untuk mencari pembenaran bagi kami. Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat. Jadi sekali lagi, untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan permohonan maaf,” kata Simon.
Hingga Rabu pagi, antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar. Percepatan distribusi BBM dan pengaturan mobilitas masyarakat menjadi perhatian untuk mengurangi kemacetan serta memulihkan aktivitas warga Bali.

