Slot Header 970×90

BGN Libatkan 69 Ribu UMKM, Pemerintah Bidik Penguatan Rantai Pasok Daerah

Oleh Fery Fadli · null

30 Oktober 2026 pukul 01.23 WITA · 1 menit baca

BGN Libatkan 69 Ribu UMKM, Pemerintah Bidik Penguatan Rantai Pasok Daerah

BADUNG, BALINEWS – Sebanyak 69 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah terlibat dalam rantai pasok Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, Kementerian UMKM menilai jumlah tersebut belum cukup dan akan terus mendorong peningkatan partisipasi pelaku usaha sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok di daerah.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, keterlibatan 69 ribu UMKM tersebut bukan menjadi capaian akhir. Pemerintah masih berupaya memperluas partisipasi UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem BGN.

“Namun, angka ini kami harus sampaikan. Belum kami anggap cukup puas dengan total pelibatan 69 ribu partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah di dalam ekosistem ini,” ujar Maman dalam kegiatan Fora for Kredit Program Pemerintah, Kamis (29/10/2026).

Menurut Maman, pengembangan ekosistem BGN tidak cukup hanya dengan menambah jumlah UMKM yang menjadi pemasok. Pemerintah juga menitikberatkan pembangunan rantai pasok berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan usaha produktif di daerah.

Ia mencontohkan, sejumlah daerah yang sebelumnya belum berfokus pada peternakan ayam dan budidaya ikan mulai mengembangkan usaha tersebut seiring terbentuknya ekosistem BGN.

Peluang serupa juga muncul pada sektor sayuran. Daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembeli kini berpotensi memperoleh akses pasar melalui rantai pasok program tersebut.

“Artinya, ini juga selain tadi pelibatan entitas usaha UMKM-nya, kami juga menitikberatkan pada pembangunan ekosistem rantai pasoknya,” kata Maman.

Melalui penguatan rantai pasok tersebut, pemerintah mendorong agar ekosistem BGN tidak hanya menyerap produk dari usaha yang telah berjalan, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya kegiatan produksi baru sesuai kebutuhan pasokan di daerah.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.