TABANAN, BALINEWS — Pasar properti Bali kembali diramaikan dengan hadirnya Black Sands Oasis, proyek hunian terbaru hasil kolaborasi Nuanu Real Estate dan UNIT. yang berlokasi di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Mengusung konsep Desert Modernism dengan sentuhan arsitektur Maroko dan inspirasi lanskap gurun, proyek ini menawarkan pendekatan berbeda dalam menggabungkan desain, kenyamanan tinggal, dan potensi pemanfaatan properti. Nuanu Real Estate dan UNIT. menghadirkan 111 unit hunian dengan sentuhan arsitektur Maroko, garansi struktur 25 tahun, serta lelang eksklusif Observatory Suite yang hasilnya diumumkan pada 15 November 2026.
Diluncurkan pada 15 Oktober 2026, Black Sands Oasis menghadirkan 111 unit hunian dengan harga mulai dari Rp 2,07 miliar. Berjarak sekitar 700 meter dari pantai, pengembangan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan beragam segmen, mulai dari individu, pasangan, dan keluarga hingga pemilik properti yang ingin memanfaatkannya sebagai akomodasi bagi wisatawan.
Lebih dari sekadar menawarkan hunian dengan tampilan arsitektur yang khas, proyek ini menempatkan desain, kualitas konstruksi, serta pengelolaan properti sebagai bagian dari pendekatan pengembangannya.

Arsitektur Berkarakter, Dirancang untuk Iklim Tropis
Black Sands Oasis menerjemahkan konsep Desert Modernism melalui palet warna pasir, material alami, fasad bertekstur, dan elemen arsitektur yang terinspirasi dari Maroko. Karakter desain tersebut dipadukan dengan pendekatan yang mempertimbangkan kondisi iklim tropis Bali.
Elemen penyaring cahaya berbahan terakota, sistem ventilasi, peneduh, serta penempatan bukaan yang dirancang secara cermat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan ruang. Pendekatan ini memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan sekaligus mempertahankan hubungan visual antara interior dan lanskap sekitarnya.
Daya tarik lain hadir melalui Stella Solaris, instalasi seni setinggi 15 meter yang menjadi salah satu elemen ikonis dalam pengembangan ini. Di dalam instalasi tersebut terdapat Observatory Suite, unit hunian eksklusif yang memadukan fungsi tempat tinggal dengan pengalaman berada di dalam sebuah karya seni.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menilai Black Sands Oasis memberikan identitas arsitektur tersendiri bagi lingkungan hunian di Nuanu.
“UNIT. memperkenalkan karakter arsitektur yang khas melalui Desert Modernism, sementara Stella Solaris memperkuat hubungan antara seni dan hunian: sebuah tempat tinggal di dalam karya seni,” ujar Lev.
Menurutnya, kehadiran proyek ini turut memperkaya keragaman konsep hunian di Nuanu Creative City, termasuk melalui perhatian terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

111 Unit dengan Pilihan Hunian yang Beragam
Black Sands Oasis menawarkan sembilan kategori hunian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi penghuni yang berbeda.
Berikut pilihan unit yang ditawarkan: Tipe hunian Studio, Luas 31,2 m², 20 unit, Tipe hunian Penthouse, Luas 31,2 m², 8 unit, Tipe hunian 1 Bedroom (1BD), Luas 71,3 m², 20 unit, Tipe hunian 1 Bedroom Sky (1BD Sky) Luas 83,3 m², 20 unit, Tipe hunian 2 Bedroom (2BD) Luas 104,61 m², 18 unit, Tipe hunian 3 Bedroom (3BD) Luas 127,85 m², 10 unit, Tipe hunian 3 Bedroom Sky (3BD Sky) Luas 136,51 m², 10 unit, Tipe hunian 4 Bedroom Sky (4BD Sky) Luas 159,8 m², 2 unit, Tipe hunian 4 Bedroom River (4BD River) Luas 159,8 m², 3 unit.
Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli yang mencari hunian pribadi, tempat tinggal untuk keluarga, maupun akomodasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar wisata.

Setiap vila dilengkapi taman pribadi dan kolam renang pribadi, dengan ketinggian atap mencapai enam meter. Sementara itu, fasilitas bersama di dalam kompleks mencakup jalur pejalan kaki, kolam renang komunal, halaman bersama, dan lapangan pétanque.
Kombinasi ruang privat dan fasilitas komunal ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara privasi, rekreasi, serta interaksi sosial.
Kualitas Konstruksi Menjadi Perhatian Utama
Salah satu aspek yang ditonjolkan dalam proyek ini adalah pendekatan pengembangan terintegrasi yang diterapkan UNIT. Group. Perusahaan ini memiliki lini bisnis yang mencakup konstruksi, manufaktur baja modular, produksi furnitur, pengelolaan properti dan F&B, serta teknologi informasi dan analisis lokasi.

Integrasi tersebut memungkinkan pengembang terlibat dalam berbagai tahapan proyek, mulai dari perencanaan dan produksi hingga pembangunan serta pengelolaan operasional.
Founder dan CEO UNIT., Steven Fedos, mengatakan bahwa pendekatan tersebut memberikan kendali yang lebih besar terhadap kualitas pekerjaan sekaligus tanggung jawab atas hasil pembangunan.
“Sejak tahap desain, kami sudah mempertimbangkan bagaimana hunian akan dibangun, digunakan, dan dirawat dalam jangka panjang. Black Sands Oasis menyatukan seluruh keahlian UNIT. dalam satu proyek,” ujar Steven.
Dalam materi pemaparan proyek, aspek ketahanan bangunan juga menjadi perhatian, termasuk penggunaan sistem rangka baja, pemodelan Building Information Modeling (BIM), serta material yang dirancang untuk menghadapi tantangan kelembapan dan curah hujan di wilayah tropis.
UNIT. turut menawarkan garansi struktur bangunan selama 25 tahun. Ketentuan, cakupan, dan mekanisme klaim garansi perlu mengacu pada dokumen resmi yang berlaku.
Bagi calon pembeli, aspek konstruksi dan jaminan struktur menjadi pertimbangan penting karena dapat berkaitan dengan biaya pemeliharaan, kualitas bangunan, serta pengelolaan aset dalam jangka panjang.

Skema Hak Sewa dan Peluang bagi Investor
Black Sands Oasis ditawarkan melalui skema hak sewa (leasehold) selama 35 tahun, dengan opsi perpanjangan selama 20 tahun. Ketentuan perpanjangan perlu ditinjau berdasarkan perjanjian dan persyaratan yang berlaku.
Dengan harga awal sekitar Rp 2,07 miliar, proyek ini menyasar pembeli yang ingin memiliki hunian di Bali sekaligus calon investor yang mempertimbangkan pasar akomodasi wisata.
Pengelolaan akomodasi direncanakan dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan wisatawan Muslim, melalui layanan yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam dan terintegrasi dalam pengalaman menginap. Pendekatan ini menjadi salah satu diferensiasi proyek di tengah beragamnya pilihan akomodasi di Bali.
Nuanu Real Estate sendiri merupakan bagian pengembangan properti dari Nuanu Creative City yang memiliki portofolio 12 proyek hunian dan satu investasi hotel. Pengembangan proyek dilakukan dengan menggabungkan desain, keberlanjutan, serta orientasi pada nilai jangka panjang.
Direktur Nuanu Real Estate, Anastasia Sinberg, menyebut Black Sands Oasis sebagai bagian dari upaya menghadirkan pilihan hunian yang lebih beragam di Nuanu.
“Tujuan kami adalah mengembangkan beragam pilihan proyek hunian agar setiap orang yang datang ke Nuanu dapat menemukan cara yang paling sesuai bagi mereka untuk menetap, menginap, dan menikmati Bali,” ujarnya.
Meski demikian, calon investor tetap perlu melakukan kajian independen terhadap prospek pasar, biaya operasional, tingkat okupansi, skema bagi hasil, pajak, serta ketentuan hukum sebelum mengambil keputusan pembelian.

Observatory Suite: Hunian Eksklusif yang Dilelang
Daya tarik lain Black Sands Oasis adalah Observatory Suite di Stella Solaris, sebuah unit khusus yang dipasarkan melalui mekanisme lelang properti tertutup.
Memiliki luas 66,24 meter persegi, unit ini menempati empat lantai di dalam instalasi seni setinggi 15 meter. Ruang di dalamnya mencakup galeri, ruang keluarga, dan kamar tidur, dilengkapi elemen jam matahari serta jendela yang menghadap ke selatan.
Sebagai unit dengan konsep yang berbeda dari hunian reguler, Observatory Suite menawarkan perpaduan antara fungsi tempat tinggal, desain arsitektur, dan nilai artistik.
Lelang dibuka pada 15 Oktober 2026, sedangkan hasilnya dijadwalkan diumumkan pada 15 November 2026. Peserta juga dapat memilih satu unit hunian standar sebagai opsi cadangan. Bagi peserta yang tidak memenangkan unit utama, pengembang menyatakan akan memberikan desain eksklusif untuk unit cadangan yang telah dipilih.
Informasi mengenai mekanisme lelang, persyaratan peserta, serta ketentuan penawaran dapat diperoleh melalui situs resmi lelang di auction.blacksandsoasis.com.
Mekanisme ini memberikan alternatif bagi calon pembeli yang tertarik pada unit dengan karakter unik. Namun, peserta tetap disarankan mempelajari seluruh syarat dan ketentuan lelang sebelum mengajukan penawaran.
Bagian dari Ekosistem Nuanu Creative City
Black Sands Oasis dikembangkan di dalam Nuanu Creative City, kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali yang mengintegrasikan seni dan budaya, pendidikan, kebugaran, hiburan, serta kehidupan yang terinspirasi oleh alam.
Keberadaan proyek ini memperluas pilihan hunian di kawasan tersebut sekaligus mempertemukan elemen arsitektur, seni, gaya hidup, dan komunitas dalam satu lingkungan pengembangan.
Bagi calon penghuni, proyek ini menawarkan alternatif tempat tinggal dengan desain yang kuat dan pilihan tipe unit yang beragam. Sementara bagi investor, daya tariknya terletak pada kombinasi lokasi, diferensiasi konsep, pilihan pengelolaan akomodasi, serta dukungan pengembang yang memiliki lini usaha terintegrasi.
Namun, seperti investasi properti pada umumnya, potensi hasil tetap bergantung pada kondisi pasar, permintaan wisatawan, biaya operasional, ketentuan kontrak, dan kinerja pengelolaan. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada dokumen proyek dan perhitungan finansial yang terverifikasi.
Dengan menggabungkan konsep Desert Modernism, pendekatan konstruksi terintegrasi, serta unit eksklusif yang terhubung dengan karya seni, Black Sands Oasis hadir sebagai salah satu pengembangan hunian dengan karakter berbeda di Nuanu Creative City. Proyek ini menawarkan perspektif baru mengenai bagaimana hunian di Bali dapat dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman arsitektur dan gaya hidup.

