Slot Header 970×90

BNN Denpasar Bentuk Tim Asesmen Terpadu, Peredaran Narkotika Ditindak Tegas, Pecandu Direhabilitasi

Oleh Fery Fadli · null

28 September 2026 pukul 17.05 WITA · 1 menit baca

BNN Denpasar Bentuk Tim Asesmen Terpadu, Peredaran Narkotika Ditindak Tegas, Pecandu Direhabilitasi

DENPASAR, BALINEWS — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar memperkuat penanganan penyalahgunaan narkotika melalui pembentukan dan konsolidasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) tingkat Kota Denpasar.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Konsolidasi Stakeholder Tim Asesmen Terpadu yang dipimpin Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., di Ruang Rapat Kantor BNN Kota Denpasar, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah BNN Kota Denpasar untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan asesmen terpadu agar berjalan profesional, optimal, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kapasitasnya sebagai penanggung jawab sekaligus Ketua Tim Asesmen Terpadu Tingkat Kota Denpasar, Leo memaparkan latar belakang pembentukan TAT, alur layanan asesmen terpadu, serta pembagian tugas setiap unsur yang terlibat.

Konsolidasi tersebut melibatkan Tim Asesmen Terpadu BNN Kota Denpasar, para ketua tim BNN Kota Denpasar, serta sejumlah stakeholder terkait. Mereka berasal dari BNN Provinsi Bali, Satnarkoba Polresta Denpasar, RSUD Wangaya, RS Bhayangkara, dan Universitas Udayana.

Dalam arahannya, Leo menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan rehabilitasi dalam menangani persoalan narkotika.

Menurutnya, penindakan tegas diperlukan terhadap pelaku peredaran gelap narkotika. Sementara itu, pecandu narkotika perlu mendapatkan penanganan rehabilitasi yang humanis dan berbasis bukti untuk mendukung proses pemulihan.

Leo juga meminta seluruh anggota Tim Asesmen Terpadu mematuhi pedoman teknis dan batas waktu penerbitan rekomendasi hasil asesmen.

Kepatuhan terhadap prosedur dan batas waktu tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap proses asesmen berjalan secara akuntabel, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab antarpemangku kepentingan. Forum tersebut digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi muncul sekaligus menyusun langkah mitigasi dalam pelaksanaan program Tim Asesmen Terpadu.

Melalui pembentukan dan penguatan koordinasi TAT, BNN Kota Denpasar menyatakan komitmennya untuk meningkatkan sinergi lintas sektor dalam penanganan permasalahan narkotika.

Penanganan tersebut diarahkan pada tiga aspek utama, yakni kepastian hukum, pemulihan, dan pendekatan kemanusiaan.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.