Slot Header 970×90

Bali

BTID Tegaskan Tidak Ingkar Janji, Pelepasan Pelampung Butuh Koordinasi Matang

Oleh Angga

3 Maret 2025 pukul 17.04 WITA · Denpasar · 3 menit baca

Denpasar, 3 Maret 2025 – PT BTID tidak ingkar janji terkait pengangkatan pelampung di laguna Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Proses ini membutuhka…
Denpasar, 3 Maret 2025 – PT BTID tidak ingkar janji terkait pengangkatan pelampung di laguna Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Proses ini membutuhka… — BaliNews.id

Denpasar, 3 Maret 2025 – PT BTID tidak ingkar janji terkait pengangkatan pelampung di

laguna Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Proses ini membutuhkan waktu

karena harus melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait demi

memastikan keselamatan dan kelancaran proyek. Pada Senin (3/3), BTID melepas

pelampung setelah mendapatkan jaminan dari Satpol PP Bali dan PSDKP-KKP, yang

mendukung keamanan serta keselamatan kerja dalam pembangunan marina

internasional yang sedang berlangsung sampai dengan tanda peringatan pengerjaan

proyek dipasang pada Kamis (6/3).

Pelepasan pelampung dan pemasangan tanda peringatan ada pekerjaan proyek ini

merupakan keputusan yang disepakati pada pertemuan antara PT BTID dengan Badan

Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) KKP, Direktorat Jenderal

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, DKP, Satpol PP, Dinas

Kehutanan Lingkungan Hidup, Kepala Administratur KEK Sanur dan KEK Kura Kura Bali,

Majelis Desa Adat Kota Denpasar, Kepala Kelurahan Serangan, dan Ketua LPM

Kelurahan Serangan, Senin (3/3).

Meski pelampung dilepas, semua pihak mengharapkan masyarakat untuk tetap

mematuhi peraturan yang berlaku.

DKP, PSDKP dan BPSPL KKP merekomendasikan agar BTID segera memasang papan

pemberitahuan atau peringatan bahwa sedang berlangsung pekerjaan proyek marina di

area perairan tersebut.

Dalam pertemuan ini, Satpol PP dan PSDKP – KKP berkomitmen akan mendampingi

BTID dalam pengamanan di wilayah tersebut hingga tanda peringatan dipasang pada

Kamis, 6/3.

Semua instansi terkait yang hadir dalam pertemuan ini akan memberikan dukungan

kepada BTID untuk menyuarakan dan menyosialisasikan apabila terjadi kegiatan

masyarakat umum yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, instansi

terkait juga akan mengedukasi masyarakat atas aktivitas yang diperbolehkan dan tidak

diperbolehkan dalam peraturan daerah yang terkait.

Sebelum pertemuan ini, PT BTID telah menegaskan pemasangan pelampung di area

perairan ini demi memastikan keamanan dan keselamatan semua pihak, baik pekerja

proyek, nelayan, maupun warga sekitar. Faktor keamanan dan keselamatan menjadi

prioritas utama, mengingat proyek konstruksi Marina Internasional ini melibatkan

pekerjaan di wilayah perairan yang membutuhkan pengamanan ekstra.

Sejak pertemuan pada 30 Januari, PT BTID aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi

terkait, termasuk dengan PSDKP KKP Bali, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Bali,

dan Kepolisian Daerah (Polda) Bali, untuk memastikan langkah yang diambil sudah

sesuai dengan regulasi dan kebutuhan di lapangan. PT BTID juga berkordinasi dengan

Jro Bendesa Adat Serangan beserta prajurunya, Lurah Serangan dan jajarannya, Ketua

LPM, serta para Kepala Lingkungan dari enam Banjar dan satu Kampung Bugis melalui

sejumlah pertemuan.

Keseriusan PT BTID dalam menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat juga

terlihat dari inisiatif untuk menemui 10 dari 13 kelompok nelayan yang mewakili sekitar

400 nelayan pesisir, laut lepas, terumbu karang, dan rumput laut.

Dari hasil diskusi, semua pihak yang ditemui, khususnya tujuh Kepala Lingkungan

(Kaling) dan perwakilan kelompok nelayan, memahami bahwa pemasangan pelampung

atau buoy ini bersifat sementara dan bertujuan untuk memastikan keselamatan selama

proses konstruksi Marina Internasional.

Perwakilan dari para Nelayan Serangan ini mengatakan bahwa mereka tetap dapat

mengakses mayoritas dari sekitar 20 km total garis pantai Pulau Serangan, termasuk

area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sesuai informasi dalam pertemuan itu, hanya

sekitar delapan nelayan pesisir dari 400 nelayan terdaftar yang pernah terpantau

menjala atau menjaring di area perairan dekat konstruksi Marina, pada musim tertentu.

BTID berkomitmen untuk terus mejaga komunikasi, terutama dalam hal pengaturan

akses saat ada pekerjaan konstruksi atau pemeliharaan di area perairan sekitar KEK.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.