Bukan Sekadar Buku Wisata, “A Leaf of Bali” Buka Jalan Destinasi Tersembunyi Bali ke Mata Dunia

Oplus_131072

BADUNG, BALINEWS.ID – Bali selama ini dikenal dunia melalui Ubud, Kuta, hingga sejumlah destinasi ikonik lainnya.
Namun, masih banyak sudut Pulau Dewata belum banyak diketahui wisatawan mancanegara.

Kondisi inilah yang coba diangkat penulis asal China, Ye Lu, melalui buku berjudul A Leaf of Bali. Buku setebal sekitar 400 halaman tersebut tidak hanya mengulas destinasi populer, tetapi juga memperkenalkan sejumlah tempat yang dinilai masih kurang dikenal wisatawan.

Ye Lu mengatakan, buku tersebut disusun dengan konsep yang memudahkan wisatawan menentukan tujuan berdasarkan waktu tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Mulai dari destinasi yang bisa dijangkau dalam waktu sekitar 30 menit, satu jam, satu setengah jam, hingga perjalanan dua sampai tiga jam.

Selain itu, sejumlah destinasi di berbagai kabupaten di Bali turut dimasukkan.
Menurut Ye Lu, keberadaan destinasi yang belum terlalu populer justru menjadi salah satu kekuatan Bali yang perlu lebih banyak diperkenalkan kepada wisatawan.

BACA JUGA :  Selama Ramadhan, Pedagang Diimbau Tidak Timbun Kebutuhan Pokok

Ia berharap buku tersebut dapat mendorong wisatawan untuk tidak hanya mengunjungi destinasi yang sudah terkenal, tetapi juga menjelajahi berbagai kawasan lain di Bali.

“Semua tentang Bali, hanya untuk Bali. Bali harus jadi lebih dikenal di dunia,” ujar Ye Lu, Sabtu,(19/9/2026) di Grand Mirage Resort n Thalasso Bali, Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Buku ini juga memiliki pesan khusus untuk wisatawan China.Ye Lu ingin mendorong kembali minat wisatawan China untuk datang ke Bali setelah industri pariwisata sempat mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, Bali memiliki keunikan karena mampu menawarkan berbagai jenis pengalaman wisata dalam satu pulau.
Wisatawan yang menyukai aktivitas alam dapat mendaki gunung, menyelam, snorkeling hingga menikmati wisata laut.

Sementara mereka yang mencari ketenangan dapat memilih yoga dan kawasan Ubud. Adapun wisatawan yang ingin menikmati hiburan malam dapat memilih kawasan Kuta dan Legian.

BACA JUGA :  Diduga Langgar Zonasi Pesisir, Pembangunan Villa Asing di Nusa Penida Disetop Sementara

“Semua orang bisa mendapatkan comfort zone untuk dirinya sendiri di Bali. Bali sangat unik,” jelasnya.

Menariknya, buku tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Ye Lu membutuhkan waktu sekitar dua setengah tahun untuk menyelesaikannya, dimulai sejak Juli 2020 hingga akhir 2022, atau selama periode pandemi.

Bagi Ye Lu, menulis buku tentang sebuah daerah tidak semata-mata berkaitan dengan keuntungan komersial maupun sponsorship. Menurutnya, sebuah karya harus lahir dari inspirasi dan kecintaan terhadap daerah yang ditulis.

Ia bahkan mengaku pernah menolak tawaran untuk menulis buku mengenai Jakarta karena merasa belum cukup mengenal kota tersebut.

“Saya pikir untuk penulis bukan hanya cari profit, bukan hanya jual buku. Harus ada inspirasi,” ungkapnya.

A Leaf of Bali menjadi buku pertama yang ditulis Ye Lu. Ke depan, ia berharap dapat melanjutkan karya tersebut melalui edisi berikutnya, termasuk kemungkinan mengangkat Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari promosi pariwisata kawasan.

BACA JUGA :  Marak Kafe Remang di Sepanjang Jalan IB Mantra Keramas, Warga Minta Penertiban

Ia melihat Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi untuk dipromosikan secara bersama sebagai destinasi yang saling melengkapi.

Gina memperluas jangkauan pembaca, Ye Lu juga berharap buku tersebut dapat diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada tahun depan. Dengan demikian, promosi yang dilakukan tidak hanya menyasar pasar China, tetapi juga wisatawan dari pasar internasional.

Judul A Leaf of Bali sendiri memiliki makna personal bagi Ye Lu. Nama tersebut berkaitan dengan marganya, “Ye”, yang juga memiliki makna daun. Dari perpaduan makna tersebut lahirlah nama A Leaf of Bali, yang menggambarkan sebuah “daun” dari Pulau Bali.

Melalui buku tersebut, Ye Lu ingin menghadirkan sisi Bali yang lebih luas bukan hanya destinasi yang sudah dikenal dunia, tetapi juga berbagai tempat yang selama ini belum banyak mendapatkan perhatian wisatawan.(*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya