Dari Iseng Jadi Juara, Gustra Ciptakan Maskot Gianyar Sarat Filosofi

GIANYAR, BALINEWS.ID – Kreativitas generasi muda kembali menunjukkan perannya dalam memperkaya identitas daerah. Berawal dari coba-coba, seorang mahasiswa asal Ubud berhasil menorehkan prestasi sebagai pemenang Sayembara Desain Logo Maskot Kabupaten Gianyar dengan karya yang sarat makna filosofis.

Ia adalah I Wayan Agus Widya Putra, 22, yang akrab disapa Gustra. Pemuda asal Banjar Mas, Desa Sayan, Ubud ini mengaku awalnya mengetahui informasi lomba dari seorang teman. Meski tidak memiliki latar belakang khusus di bidang desain, keinginannya untuk berkontribusi bagi daerah asal menjadi motivasi utama untuk ikut berpartisipasi.

“Sebagai pemuda asli Gianyar, saya merasa terpanggil untuk menuangkan ide kreatif. Gianyar dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali, jadi ada tantangan tersendiri menciptakan simbol yang bukan hanya estetis, tapi juga punya filosofi kuat,” ungkapnya.

Mengusung tema bunga padma atau lotus yang telah ditentukan panitia, Gustra merancang maskot dengan konsep yang mendalam. Bunga lotus dipilih karena melambangkan kesucian dan kebersihan,tumbuh di tengah lumpur namun tetap bersih dan indah.

BACA JUGA :  Pria 50 Tahun Akhiri Hidup di Karangasem, Keluarga Ungkap Alasannya

Tak sekadar visual, setiap elemen dalam desainnya memiliki arti. Kelopak bunga yang berjumlah delapan melambangkan konsep Dewata Nawa Sanga sekaligus merepresentasikan delapan kabupaten di Bali. Sementara bagian mahkota bunga menggambarkan posisi strategis Gianyar yang berada di tengah Pulau Bali.

Sentuhan khas seni Gianyar turut dihadirkan melalui ilustrasi penari legong dan ornamen ukiran, sebagai simbol bahwa Gianyar merupakan jantung seni dan budaya Bali. Elemen daun dalam desainnya dimaknai sebagai penopang, yang mencerminkan peran masyarakat dalam menjaga dan memajukan daerah.

Proses pembuatan desain tersebut terbilang singkat. Hanya dalam waktu sekitar satu minggu, Gustra mampu merampungkan karyanya hingga akhirnya terpilih sebagai yang terbaik.

Mahasiswa jurusan Sistem Informasi di STIKOM Bali ini mengaku, pencapaiannya tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia menyebut orang tua selalu memberikan dorongan penuh terhadap berbagai kompetisi yang diikutinya, tidak hanya di bidang desain.

BACA JUGA :  Kasus Kakak Laporkan Adik Atas Dugaan Penculikan, Polisi: Kami Masih Lidik

“Awalnya ini iseng saja karena memang tidak punya basic menggambar. Tapi keluarga selalu mendukung, apalagi saya belakangan sering ikut lomba di berbagai bidang,” tuturnya.

Gustra yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara ini berharap karyanya dapat menjadi representasi identitas Gianyar yang kuat sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani berkarya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas tidak selalu bergantung pada latar belakang, melainkan pada kemauan untuk mencoba dan keberanian mengekspresikan ide. Dari sebuah langkah kecil penuh keraguan, Gustra justru mampu menghadirkan simbol baru bagi kebanggaan Kabupaten Gianyar.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi mengumumkan pemenang Sayembara Desain Logo Maskot Kabupaten Gianyar.

Pengumuman dilakukan setelah penjurian tahap II (presentasi karya) dan penetapan pemenang dilaksanakan di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Gianyar, Kamis (16/4).

BACA JUGA :  Kapolres Gianyar Resmi Berganti, Kapolda Bali Tekankan Profesionalisme dan Inovasi

Penjurian tahap II diikuti oleh peserta yang yang telah diumumkan sebagai sepuluh besar karya terbaik dari tiga puluh peserta yang telah memasukkan karya di website resmi Sayembara Desain Logo Maskot Kabupaten Gianyar.

Penjurian yang dilaksanakan oleh Tim Juri yakni Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., M.A., Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si., Drs. I Gede Widharma Suhartha, M.M., Dewa Gede Raka Jana Nuraga, S.Ds., serta Ar. Ir. Ari Setiya Wibawa, S.T., M.M., IAI., GP., IPM., ASEAN Eng. telah menetapkan empat pemenang yaitu I Wayan Agus Widya Putra dari Banjar Mas, Sayan, Ubud sebagai juara pertama, I Wayan Adi Maha Wiguna dari Banjar Mas, Sayan, Ubud sebagai juara kedua, I Putu Dedy Suryawan dari Banjar Medahan, Blahbatuh sebagai juara ketiga, serta I Kadek Dwi Windyana dari Lingkungan Samplangan, Gianyar sebagai juara harapan I. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya