JAKARTA, BALINEWS — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebelumnya, Suyudi mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 pada Kamis (1/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), yang kini menjadi Akademi Kepolisian (Akpol), tahun 1994. Ia satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Lahir di Pandeglang, Banten, Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Sebelum menjadi Kapolri, ia menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol. Martinus Hukom.
Sebelumnya, Suyudi menjabat Kapolda Banten pada 26 Juni 2024 hingga 5 Agustus 2025. Ia juga pernah menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya pada 27 Maret 2023 hingga 26 Juni 2024.
Karier Dimulai dari Lapangan
Karier kepolisian Suyudi dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol. Pada 1995, ia bertugas sebagai Pama Pus Brimob, kemudian pada 1996 menjabat Daton I KI 5119.
Sebagian perjalanan kariernya berlangsung di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia pernah menjadi Kapolsek Pasar Minggu pada 2004, Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2012 dan Kapolsek Metro Penjaringan pada 2013.
Pada 2014–2015, Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka. Setelah itu, ia menjabat Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015–2016 dan Kapolresta Bogor pada 2016–2017.
Pada 2017, Suyudi mendapat penugasan di Bareskrim Polri, antara lain sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Ia kemudian kembali ke Polda Metro Jaya pada 2019 untuk memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Pendidikan dan Gelar Akademik
Di bidang pendidikan, Suyudi menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Sarjana Hukum dan Magister Sains.
Pada 31 Januari 2026, Suyudi memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara.
Pernah Pimpin BNN
Nama Suyudi kembali menjadi perhatian ketika memimpin BNN. Pada Desember 2025, BNN mengungkap kasus penyelundupan narkotika internasional dengan barang bukti sabu seberat dua ton.
Kasus tersebut disebut melibatkan Dewi Astutik alias PA sebagai pihak yang mengendalikan jaringan. Nilai narkotika dalam pengungkapan tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
Pengalaman di bidang reserse dan penanganan narkotika menjadi bagian dari perjalanan karier Suyudi sebelum dipercaya menduduki posisi tertinggi di tubuh Polri.
Persetujuan DPR terhadap Suyudi sebelumnya diberikan setelah Komisi III DPR RI menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan. Persetujuan di tingkat komisi dilakukan secara aklamasi dan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR.
Dengan pelantikan tersebut, Suyudi resmi menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan memimpin institusi Polri.

