DENPASAR, BALINEWS.ID – Beberapa hari terakhir ini, sejak Sabtu (21/2/26) Hujan terus mengguyur Kota Denpasar dan sekitarnya.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Kadek Setiya Wati, menjelaskan bahwa secara klimatologis Februari memang merupakan puncak musim hujan. Namun, kondisi kali ini juga dipengaruhi oleh aktivasi Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia.
“MJO merupakan fenomena atmosfer tropis berupa gugusan awan konvektif fase basah yang bergerak dari Samudera Hindia ke Pasifik dan melintasi Indonesia setiap 30–60 hari. Aktivasi ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Bali,” ujarnya.
Selain itu, massa udara basah yang terpantau mulai dari lapisan bawah hingga atas atmosfer, serta terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar Bali, menyebabkan perlambatan massa udara. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang.
Berdasarkan data pengamatan Senin (23/2/26), curah hujan di wilayah Bali berada pada kategori ringan hingga ekstrem. Wilayah dengan kategori curah hujan ekstrem tercatat di Denpasar dan Kuta.
Data menunjukkan, curah hujan tertinggi tercatat di Denpasar Barat mencapai 222,8 mm. Sementara itu, kecepatan angin maksimum yang tercatat di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencapai 31 knot atau sekitar 57 kilometer per jam. Hujan yang terjadi saat ini juga terpantau merata hampir di seluruh wilayah Bali.
BMKG memperkirakan kondisi hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian serta peringatan dini sesaat terkait kondisi cuaca tersebut.
Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti genangan, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah bertopografi curam, bergunung, atau tebing serta daerah rawan longsor, diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi selama beberapa hari berturut-turut atau hujan lebat turun secara tiba-tiba dengan durasi lebih dari satu jam. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, termasuk situs web dan media sosial resmi BMKG serta aplikasi InfoBMKG.
“Informasi ini akan terus kami perbarui setiap hari. Untuk prakiraan cuaca terbaru, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG,” kata Kadek. (*)


