KLUNGKUNG, BALINEWS – I Dewa Ketut Anom Adibrata yang terpilih dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk mewujudkan pemerintahan desa yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan. Penanganan sampah berbasis sumber, penguatan pendapatan asli desa (PAD), serta kesinambungan pembangunan menjadi sejumlah prioritas yang ingin dikembangkan dalam kepemimpinannya.
Sebelumnya dalam perhitungan suara Pilkel Serentak di Kabupaten Klungkung, ia berhasil memperoleh 683 suara. Ia unggul dibandingkan 3 calon perbekel lainnya.
Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, pria yang akrab disapa Dewa Anom menegaskan pentingnya memastikan program yang telah direncanakan sebelumnya tetap berjalan. Salah satunya melanjutkan pelaksanaan APBDes Perubahan yang telah ditetapkan, sekaligus mengawal penyelesaian pekerjaan fisik yang masih berlangsung agar sesuai jadwal.
Menurutnya, kepemimpinan desa tidak cukup hanya menghadirkan program baru. "Penyelesaian pekerjaan yang sudah direncanakan juga harus menjadi perhatian agar anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya Minggu (1/11/2026).
Pada sektor lingkungan, ia berencana memperkuat penanganan sampah berbasis sumber melalui kolaborasi dengan seluruh desa adat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan Desa Tusan.
Persoalan sampah dinilai membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari rumah tangga hingga unsur kelembagaan desa. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang akan didorong.
Selain persoalan lingkungan, keterbatasan PAD menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Dewa Anom menyebutkan, pemerintah desa akan mengkaji berbagai potensi yang bisa dikembangkan, termasuk melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Pengembangan potensi lokal diharapkan dapat memperkuat kemampuan keuangan desa sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada sumber pendanaan dari luar desa," imbuhnya.
Sejumlah sektor, seperti pertanian, pariwisata, dan kerajinan, juga berpotensi dikembangkan sesuai karakteristik serta peluang ekonomi yang dimiliki Desa Tusan. Upaya tersebut dapat didukung melalui peningkatan keterampilan pelaku UMKM dan kelompok masyarakat.
Di tengah kondisi keuangan yang terbatas, penyelesaian pembangunan dan penataan kantor desa juga akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.
Untuk perencanaan tahun anggaran 2027, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan APBDes telah ditetapkan pada September 2026. Pelaksanaannya selanjutnya akan disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, termasuk regulasi mengenai pengelolaan anggaran desa yang berlaku pada 2027.
Dalam menjalankan pemerintahan, Dewa Anom membawa visi mewujudkan Desa Tusan yang mandiri, transparan, sejahtera, dan berkelanjutan berlandaskan gotong royong.
Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah misi, antara lain memperkuat keterbukaan informasi publik melalui situs resmi desa dan papan pengumuman, meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Ia juga menargetkan pelayanan administrasi yang ramah, cepat, dan bebas pungutan liar, dengan standar pelayanan dalam waktu 1 x 24 jam sesuai jenis layanan dan persyaratan yang berlaku.
Pada bidang pembangunan, pemerataan penerangan jalan di setiap dusun menjadi salah satu agenda yang ingin diupayakan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat. Sementara pada bidang sosial, pemerintah desa akan mendorong optimalisasi posyandu, sosialisasi kesehatan, ketepatan penyaluran bantuan sosial, serta peningkatan kegiatan kepemudaan dan olahraga melalui Karang Taruna.
Pelestarian adat dan budaya juga menjadi bagian dari arah pembangunan desa. Penguatan kegiatan keagamaan sesuai kearifan lokal serta peningkatan kapasitas kelompok seni diharapkan dapat menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat.
Berbagai agenda tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Anom Adibrata setelah terpilih memimpin Desa Tusan. Tantangannya adalah menerjemahkan visi dan misi menjadi program yang terukur, sesuai kewenangan desa, serta realistis dengan kemampuan keuangan.
Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi seluruh unsur desa, kepemimpinan Anom Adibrata diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menjaga lingkungan Desa Tusan secara berkelanjutan. (*)

