BALINEWS – DJ Una mengungkapkan kriteria calon suami idaman setelah hubungannya dengan Andi Agum Djollo kandas sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ia menginginkan sosok pria yang lembut, stabil secara emosi, serta mampu menerima anak dan pekerjaannya sebagai disjoki (DJ).
Perempuan bernama lengkap Putri Una Astari Thamrin itu mengaku belum berencana mencari pasangan baru. Saat ini, ia memilih fokus mengurus anak dan bekerja. Namun, jika kelak kembali menjalin hubungan, Una memastikan akan lebih selektif dan mengenal calon pasangan secara mendalam.
“Ya aku sampai sekarang sih belum ada kepikiran buat mencari pasangan lagi sih. Aku masih fokus ke anak dan kerja juga,” ujar DJ Una saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Ia pun membeberkan karakter pria yang diharapkannya menjadi pendamping hidup.
“Ya sosok prianya yang pasti yang lembut, yang stabil secara emosi, secara ibadah, dan kehidupannya,” tuturnya.
Selain itu, Una menekankan pentingnya pasangan yang dapat menerima anaknya serta memahami kehidupan dan pekerjaannya sebagai seorang DJ yang membuatnya banyak bertemu orang.
“Tentunya bisa menerima anak aku, menerima kehidupan aku, pekerjaan aku. Terus orang-orang... Aku kan banyak ketemu orang-orang, ya harusnya lebih mengerti gitu,” jelasnya.
Terkait kandasnya hubungan dengan Andi Agum, Una menegaskan keputusan untuk tidak melanjutkan hubungan merupakan kesepakatan bersama dan bukan disebabkan kehadiran orang ketiga. Meski demikian, ia memilih tidak mengungkapkan secara terperinci alasan ketidakcocokan mereka.
“Enggak ada orang ketiga sih,” tegasnya.
Hubungan mereka berlangsung sekitar tujuh hingga delapan bulan. Keduanya sebelumnya telah menggelar lamaran pada 26 Juni 2026 dan berencana menikah pada tahun yang sama. Namun, rencana tersebut batal karena keduanya merasa tidak cocok.
Bagi Una, keputusan menikah membutuhkan pertimbangan panjang, terlebih dirinya telah memiliki seorang anak. Ia juga menegaskan bahwa berakhirnya hubungan asmara bukan berarti harus memutus silaturahmi.
“Hubungan itu kan bakal seumur hidup. Ya kita kan enggak bersama bukan berarti kita jadi tidak bersilaturahmi,” ujarnya.

