KARANGASEM, BALINEWS — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda kawasan Gumi Lahar tidak menyurutkan semangat dan dedikasi para tenaga kesehatan. Demi memastikan pasien anak mendapatkan perawatan medis tepat waktu, seorang dokter spesialis di RSUD Karangasem rela berjalan kaki sejauh tujuh kilometer dari kediamannya menuju rumah sakit.
Sosok teladan tersebut adalah dr. Ni Wayan Kurnia Wati, M.Biomed., Sp.A., yang telah mengabdi di RSUD Karangasem sejak tahun 2015. Dokter Kurnia memilih menempuh perjalanan dari rumahnya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, menuju RSUD Karangasem dengan berjalan kaki ketimbang membuang waktu berjam-jam mengantre BBM di SPBU.
"Daripada nunggu antrean bensin, lebih cepat sampai kalau jalan kaki," tutur dr. Kurnia Wati dengan bijak, Kamis (15/10/2026).
Langkah dr. Kurnia menjadi potret nyata profesionalisme serta ketulusan tenaga medis dalam mengutamakan keselamatan dan pelayanan pasien di tengah krisis ketersediaan BBM.
Manajemen RSUD Berikan Apresiasi Tinggi
Aksi inspiratif ini mendapat pujian langsung dari manajemen rumah sakit. Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Udiyana, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dr. Kurnia Wati yang dinilainya patut menjadi teladan bagi seluruh insan kesehatan.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi dokter Kurnia, semoga bisa menjadi inspirasi bagi nakes yang lain," ujar Udiyana.
Dampak Kelangkaan BBM Terhadap Operasional Rumah Sakit
Meski pelayanan rujukan pasien dan ketersediaan BBM untuk armada ambulans dipastikan masih aman, dr. Lanang Udiyana tidak memungkiri bahwa krisis BBM telah mulai berdampak pada dinamika operasional RSUD Karangasem.
Beberapa kendala yang mulai dirasakan di antaranya:
Penurunan Kunjungan Pasien: Jumlah pasien yang datang berobat jalan mengalami penurunan akibat keterbatasan akses transportasi masyarakat.
Keterlambatan Pegawai: Sejumlah staf dan pegawai rumah sakit sempat terlambat hadir karena harus ikut mengantre BBM di SPBU.
Gangguan Operasional Ringan: Aktivitas mobilisasi pelayanan sedikit terganggu meskipun armada darurat tetap disiagakan secara optimal.
Pihak manajemen RSUD Karangasem terus mewaspadai dan mengantisipasi jika kondisi kelangkaan BBM ini berlangsung dalam jangka panjang, agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Karangasem.
Bekangdam IX/Udayana Kerahkan Personel Jadi Operator SPBU
Guna mengurai antrean panjang kendaraan akibat kendala distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali, Bekangdam IX/Udayana menerjunkan anggotanya untuk diperbantukan langsung sebagai operator SPBU di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada Kamis (15/10/2026).
Pengerahan personel TNI Angkatan Darat ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi antara Pangdam IX/Udayana dengan Direktur Utama PT Pertamina Provinsi Bali yang digelar di Ruang Rapat Makodam IX/Udayana pada Rabu (14/10/2026).
Langkah darurat ini diambil menyusul terjadinya antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU yang memicu kemacetan arus lalu lintas. Di beberapa titik wilayah Badung dan Denpasar, ekor antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 500 meter dari area pengisian.
Bantu Percepat Pelayanan Pengisian BBM
Kepala Pembekalan Angkutan Kodam (Kabekangdam) IX/Udayana, Kolonel Cba Nazarnoor, S.Sos., menyatakan bahwa penempatan personel Bekangdam IX/Udayana di lapangan bertujuan untuk mempercepat proses pelayanan pengisian BBM kepada warga, sehingga antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat.
"Kehadiran personel Bekangdam IX/Udayana di beberapa SPBU diharapkan dapat membantu mengurangi antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari ini. Hadirnya TNI dalam masyarakat ini menunjukkan bahwa TNI akan selalu ada untuk rakyat," tegas Kolonel Cba Nazarnoor.
Wujud Sinergi dan Kehadiran TNI di Tengah Kebutuhan Masyarakat
Dengan keterlibatan prajurit Bekangdam IX/Udayana sebagai operator pengisian di SPBU, pengoperasian pompa BBM dapat berjalan lebih optimal dan responsif. Kolaborasi antara Kodam IX/Udayana dan PT Pertamina (Persero) ini menjadi bukti kesiapsiagaan TNI dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat mengatasi dampak krisis distribusi logistik vital di wilayah Bali.

