BALINEWS — Victoria’s Secret kembali menghadirkan salah satu simbol kemewahan paling ikonis di industri fesyen melalui Fantasy Bra yang dikenakan Kylie Jenner dalam Victoria’s Secret Fashion Show 2026. Busana dalam berhias berlian yang ditaksir bernilai US$50 juta atau sekitar Rp800 miliar itu menjadi pusat perhatian sekaligus menandai kembalinya kreasi tersebut ke panggung peragaan setelah delapan tahun.
Kylie tampil di atas runway pada 18 Oktober 2026 dalam balutan Fantasy Bra hasil kolaborasi Victoria’s Secret dengan rumah perhiasan mewah Jacob & Co. Penampilannya menjadi debut Kylie di runway Victoria’s Secret sekaligus mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama di luar jajaran model Victoria’s Secret yang mengenakan kreasi tersebut, menurut laporan E! Online.
Nilai fantastis Fantasy Bra bukan sekadar bertumpu pada desain lingerie. Kreasi tahun ini menggabungkan pengerjaan perhiasan kelas atas dengan konsep busana yang dirancang mengikuti gerakan tubuh.
Ribuan Berlian dan Ribuan Jam Pengerjaan
Mengutip laporan Vogue dan keterangan resmi Victoria’s Secret, Fantasy Bra 2026 dibuat menggunakan 4.410 berlian alami, termasuk berlian kuning Fancy Vivid seberat 75,54 karat yang menjadi pusat perhatian desain.
Pengerjaannya melibatkan 15 perajin dengan waktu produksi lebih dari 1.000 jam. Kreasi tersebut dirancang oleh Jacob Arabo, pendiri Jacob & Co., yang bekerja sama dengan tim kreatif Victoria’s Secret.
Arabo menyatakan ingin menciptakan Fantasy Bra termahal yang pernah dibuat. Namun, menurut keterangannya yang dipublikasikan Victoria’s Secret, nilai material bukan satu-satunya pertimbangan. Permainan cahaya, pergerakan berlian, dan emosi yang dihadirkan ketika kreasi itu tampil di runway juga menjadi bagian dari konsep desain.
Busana tersebut menggabungkan logam mulia dan batu berharga dalam struktur yang dibuat agar mengikuti lekuk tubuh. Dengan demikian, tantangannya bukan hanya menghadirkan kemewahan visual, melainkan juga memastikan rancangan tetap dapat dikenakan sebagai bagian dari sebuah pertunjukan fesyen.

Gambar: [IG Story Kylie Jenner]
Mengapa Kylie Jenner yang Dipilih?
Pemilihan Kylie menjadi bagian penting dari strategi Victoria’s Secret dalam mengemas pertunjukan tahun ini. Executive Vice President sekaligus Chief Creative Officer Victoria’s Secret & PINK, Adam Selman, menyoroti pengaruh Kylie yang melampaui dunia fesyen dan menjangkau hiburan serta budaya populer.
Dalam penjelasan yang dikutip sejumlah media, Selman menggambarkan Kylie sebagai figur dengan pengaruh budaya yang besar. Ia juga menilai kehadiran Kylie dapat mempertemukan daya tarik Fantasy Bra dengan basis penggemar yang luas.
Kylie dikenal sebagai pengusaha di industri kecantikan melalui Kylie Cosmetics, selain menjadi figur publik yang memiliki jangkauan besar di media sosial. Kehadirannya di panggung Victoria’s Secret karena itu membawa dimensi lain di luar fungsi peragaan busana konvensional.
Meski demikian, pemilihan Kylie tidak serta-merta menghapus pertanyaan mengenai posisi tradisi model Victoria’s Secret di tengah perubahan industri fesyen. Keputusan tersebut dapat dibaca sebagai upaya merek memperluas daya tarik pertunjukan melalui figur yang memiliki pengaruh lintas industri.
Kemewahan sebagai Strategi Pertunjukan
Fantasy Bra pertama kali diperkenalkan Victoria’s Secret pada 1996 dan dikenakan Claudia Schiffer dalam materi promosi merek. Sejak itu, kreasi tersebut berkembang menjadi salah satu simbol kemewahan yang paling dikenal dari Victoria’s Secret.
Sebelum Kylie, sejumlah model ternama pernah mengenakan Fantasy Bra, termasuk Tyra Banks, Heidi Klum, Adriana Lima, dan Elsa Hosk. Elsa menjadi pemakai terakhir sebelum kreasi tersebut kembali muncul di runway pada 2026.
Kembalinya Fantasy Bra memperlihatkan bagaimana industri fesyen menggunakan produk spektakuler untuk membangun cerita, menciptakan perhatian publik, dan memperkuat identitas merek. Nilai puluhan juta dolar AS menjadikannya lebih dari sekadar pakaian dalam: kreasi itu juga berfungsi sebagai pernyataan artistik dan simbol eksklusivitas.
Di sisi lain, harga yang luar biasa tinggi tersebut perlu dipahami sebagai taksiran nilai kreasi perhiasan, bukan harga jual eceran produk lingerie biasa. Nilai yang diberitakan juga tidak otomatis menunjukkan bahwa busana itu ditawarkan untuk dijual kepada konsumen.
Bagi Victoria’s Secret, penampilan Kylie dan Fantasy Bra 2026 menjadi pertemuan antara kemewahan perhiasan, popularitas selebritas, serta pertunjukan mode. Besarnya perhatian terhadap kreasi tersebut menunjukkan bahwa dalam industri fesyen modern, sebuah busana dapat memperoleh nilai simbolis yang jauh melampaui fungsi dasarnya.

