KYIV, BALINEWS - Serangan Rusia baru-baru ini menyebabkan pemadaman listrik yang meluas di Ukraina, terutama di kota Oleshky yang diduduki. Gencatan senjata kemanusiaan yang langka telah berakhir, memaksa ribuan warga mengungsi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia menyerang infrastruktur energi di empat wilayah, menyebabkan ratusan ribu rumah tanpa listrik.
Beberapa sambungan telah dipulihkan, namun lebih dari 60.000 pelanggan di wilayah Dnipropetrovsk masih tanpa listrik.
Gencatan senjata yang dimulai Selasa lalu memungkinkan warga Oleshky untuk mengungsi. Mereka harus melalui wilayah yang dikuasai Rusia menuju Rusia selatan, sebelum diterbangkan ke Belarus dan akhirnya melintasi perbatasan utara Ukraina. Menurut Dmytro Lubinets, ombudsman hak asasi manusia Ukraina, evakuasi ini melibatkan warga dari usia 1 hingga 94 tahun.

