BALINEWS.ID – Ada satu hal yang terasa berbeda ketika peringatan kemerdekaan digelar di tempat yang menjadi saksi lahirnya Republik Indonesia.
Di Tugu Proklamasi, Jakarta, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya menjadi agenda seremonial. Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) menggelar “Refleksi Merah Putih” dengan membawa satu pesan yang cukup relevan untuk generasi hari ini: kemerdekaan harus dijaga dengan karya, keberanian dan tanggung jawab.
Kegiatan tersebut dipimpin Karina Icha yang sekaligus menjabat Ketua Srikandi LMP dan Ketua Panitia Pelaksana. Kehadiran lima Veteran Srikandi membuat suasana semakin kuat. Mereka datang dari generasi yang mengalami langsung perjalanan panjang bangsa, sementara di sisi lain hadir generasi yang kini mendapat tugas untuk meneruskan apa yang sudah diperjuangkan.
Ada pula Aleta Molly, cicit generasi kelima dari Cut Meutia, pahlawan nasional asal Aceh. Kehadirannya seolah menjadi penghubung antara sejarah perjuangan masa lalu dengan generasi Indonesia hari ini.
Bagi Karina, makna kemerdekaan tidak lagi harus diterjemahkan melalui perjuangan bersenjata seperti yang dilakukan generasi terdahulu.
Hari ini, bentuk perjuangannya bisa berbeda.
“Perempuan saat ini harus memiliki dedikasi dan rasa tanggung jawab untuk bersama-sama membangun bangsa dari bidang manapun. Semua itu bisa kita wujudkan melalui etika dan jiwa nasionalisme yang tinggi, yakni: Berkarya, Berdaya, dan Berbudaya,” tegas Karina.
Pesan tersebut menarik jika dibawa ke kehidupan sehari-hari. Bagi anak muda, termasuk mereka yang tumbuh di Bali dengan kekayaan budaya yang begitu kuat, nasionalisme tidak harus selalu hadir dalam bentuk pidato atau upacara.
Menjaga budaya, menciptakan karya, membangun usaha, menghasilkan prestasi, hingga menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab juga merupakan cara untuk memberi sesuatu kepada bangsa.
Karina juga mengingatkan bahwa usia 81 tahun bukan alasan bagi Indonesia untuk berhenti melihat ke depan. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia yang besar, tetapi semuanya membutuhkan pengelolaan yang bijaksana dan bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ada satu pesan lain yang disampaikannya dan terasa semakin relevan di tengah derasnya informasi di media sosial.
“Jangan mau diprovokasi oleh negara manapun atau siapapun yang ingin menghancurkan negara kita!” ujarnya.
Pada akhirnya, peringatan di Tugu Proklamasi itu membawa kembali pertanyaan sederhana: setelah 81 tahun Indonesia merdeka, apa yang kita lakukan dengan kemerdekaan tersebut?
Bagi Srikandi LMP, jawabannya bukan sekadar mengingat masa lalu. Tugas generasi sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara yang sesuai zamannya.
“Kita harus bersatu padu untuk terus melangkah maju,” tandas Karina.
Dari Tugu Proklamasi, pesannya pun cukup jelas: kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diwariskan. Ia adalah sesuatu yang harus terus dirawat.
