Slot Header 970×90

Indonesia Bidik 3,1 Juta Wisman Malaysia, Promosi Wisata Diperkuat Lewat MATTA Fair dan Sales Mission

Oleh Fery Fadli · null

26 September 2026 pukul 00.21 WITA · 2 menit baca

Indonesia Bidik 3,1 Juta Wisman Malaysia, Promosi Wisata Diperkuat Lewat MATTA Fair dan Sales Mission

KUALA LUMPUR, BALINEWS — Kementerian Pariwisata memperkuat promosi pariwisata Indonesia di Malaysia untuk mengejar target 3,1 juta kunjungan wisatawan Malaysia sepanjang 2026. Strategi tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair di Kuala Lumpur pada 4–6 September 2026 dan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang pada 8 September 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan kedua agenda tersebut dirancang untuk memperkuat promosi Indonesia dari sisi konsumen sekaligus industri pariwisata.

“MATTA Fair dan Sales Mission memiliki fungsi yang saling melengkapi. MATTA Fair menghadirkan Wonderful Indonesia secara langsung kepada konsumen, sementara Sales Mission membangun dan memperkuat jaringan distribusi di sisi industri,” ujar Made dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Dalam MATTA Fair 2026, Kementerian Pariwisata membawa 10 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai co-exhibitor di Paviliun Wonderful Indonesia. Mereka berasal dari sektor biro perjalanan, operator tur, perhotelan, akomodasi, pengelola destinasi, hingga transportasi.

Sepuluh pelaku industri tersebut yakni Amerta Travel Service, Batam View Hotel, DTW Pantai Pandawa, JS Luwansa Hotel & Convention, Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, Padma Hotel Bandung, Panca Wisata Travel, Pasir Putih, PT Bali Sundaram Travel, dan PT Kereta Cepat Indonesia China.

Produk wisata yang ditawarkan mencakup sejumlah destinasi, antara lain Bali, Lombok, Samosir, Batam, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Promosi juga diperkuat melalui kehadiran sejumlah jenama lokal Indonesia, seperti Rochi, Lapis-lapis, Comxnaut, PIK Tourism, Project 1945, Rumah Atsiri, Stay Hoops, Terve, Tricout, dan Tomorrow World.

Pada hari pertama MATTA Fair, Kementerian Pariwisata juga menandatangani nota kesepahaman dengan Malaysia Airlines. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat promosi, aksesibilitas, dan konektivitas perjalanan antara Malaysia dan Indonesia.

Setelah MATTA Fair, promosi dilanjutkan melalui Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 di Penang. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Indonesia dengan sekitar 20 pelaku industri pariwisata Malaysia yang merupakan anggota MATTA Penang Chapter.

Menurut Made, forum bisnis tersebut ditujukan untuk memperkuat akses industri pariwisata Indonesia terhadap jaringan pelaku usaha perjalanan Malaysia.

“Dengan demikian, produk wisata Indonesia dapat semakin mudah dipasarkan dan dikemas sesuai dengan kebutuhan pasar Malaysia,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Pariwisata juga memperkenalkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan lima Destinasi Pariwisata Regeneratif. Promosi diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperluas sebaran destinasi, memperpanjang lama tinggal, serta meningkatkan pengeluaran wisatawan.

Melalui kampanye “Wonderful Indonesia – Go Beyond Ordinary”, pemerintah juga mendorong wisatawan Malaysia mengenal pilihan pengalaman wisata Indonesia yang lebih beragam, termasuk destinasi dengan konsep berkelanjutan dan regeneratif.

Malaysia menjadi salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata menargetkan 3,1 juta kunjungan wisatawan Malaysia pada 2026.

“Target 3,1 juta wisatawan Malaysia merupakan target yang ingin kami capai bersama. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan KBRI, KJRI, industri pariwisata, mitra transportasi, serta pelaku industri Malaysia,” ujar Made.

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.