Slot Header 970×90

Indonesia Galang Dukungan untuk Kembali Duduk di Dewan ICAO

Oleh Fery Fadli · null

30 September 2026 pukul 00.05 WITA · 2 menit baca

Indonesia Galang Dukungan untuk Kembali Duduk di Dewan ICAO

JAKARTA, BALINEWS — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggalang dukungan negara-negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO Part III periode 2026–2028.

Dukungan tersebut disampaikan dalam sebuah resepsi diplomatik yang dihadiri para duta besar dan perwakilan negara anggota ICAO yang berkedudukan di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dudy menegaskan pencalonan Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat peran dan kontribusi Indonesia dalam tata kelola penerbangan sipil internasional.

Menurut Dudy, penerbangan sipil tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat, pendukung perdagangan dan pariwisata, serta salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial.

“Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar di wilayah geografis yang luas, sistem penerbangan yang aman, terjamin, efisien, dan berkelanjutan sangatlah penting untuk menghubungkan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional kita,” ujar Dudy.

Indonesia, kata Dudy, mengedepankan kemitraan dengan ICAO dan hubungan kerja sama dengan seluruh negara anggotanya. Keanggotaan dalam Dewan ICAO dinilai menjadi ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi dan memperkuat kerja sama internasional dalam membentuk masa depan penerbangan sipil global.

Indonesia sebelumnya tercatat pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada 1962–2001.

Peluang Indonesia untuk kembali berkontribusi di tingkat global terbuka setelah jumlah anggota Dewan ICAO bertambah dari 36 menjadi 40 negara.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menunjukkan, hingga semester pertama 2026, sektor penerbangan Indonesia telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional.

Layanan tersebut berlangsung melalui 257 bandar udara dengan 297 rute domestik dan 160 rute internasional. Operasional penerbangan melibatkan 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing.

Di bidang keselamatan penerbangan, Indonesia mencatat tingkat Effective Implementation (EI) sebesar 78,85 persen berdasarkan audit ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP). Angka tersebut berada di atas rata-rata global sebesar 70,6 persen dan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 69,6 persen.

Sementara itu, dalam audit keamanan penerbangan melalui ICAO Universal Security Audit Programme (USAP), Indonesia mencatat capaian 88,53 persen, di atas target global sebesar 75 persen.

Dudy kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan penerbangan sipil internasional. Ia juga meminta dukungan negara-negara anggota ICAO terhadap pencalonan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO periode 2026–2028.

“Indonesia siap untuk terus berkontribusi dalam memperkuat penerbangan sipil internasional yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif,” kata Dudy.

Turut hadir dalam resepsi tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa serta para duta besar dan perwakilan negara-negara anggota ICAO yang berkedudukan di Jakarta.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.