Slot Header 970×90

IWO Bali Gelar #ngopisantuy, Ketua Komisi III DPRD Bali Bongkar Persoalan Infrastruktur di Tengah Lonjakan Pariwisata

Oleh Fery Fadli · null

30 Oktober 2026 pukul 22.53 WITA · 3 menit baca

(IWO) Provinsi Bali menggelar diskusi bulanan bertajuk #ngopisantuy dengan menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST.
(IWO) Provinsi Bali menggelar diskusi bulanan bertajuk #ngopisantuy dengan menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST.

DENPASAR, BALINEWS – Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali menggelar diskusi bulanan bertajuk #ngopisantuy dengan menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST., sebagai narasumber. Diskusi yang berlangsung di sebuah warung kopi sederhana di Denpasar, Jumat (30/10/2026), mengangkat tema perkembangan pariwisata dan infrastruktur Bali.

Kegiatan yang digagas IWO Bali di bawah kepemimpinan Ketua Provinsi Bali, Tri Widiyanti, ini menjadi ruang diskusi sekaligus wadah penyampaian aspirasi masyarakat melalui insan pers.

Dalam diskusi tersebut, Nyoman Suyasa menyoroti pesatnya perkembangan pariwisata Bali yang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, pengendalian tata ruang, serta pengelolaan sumber daya alam.

Ia menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 7,05 juta orang. Sementara pada 2026, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 7,1 hingga 7,2 juta wisatawan. Jika digabungkan dengan wisatawan domestik, total kunjungan diperkirakan dapat mencapai sekitar 16 juta orang per tahun.

Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali. Namun, pertumbuhan pariwisata juga membawa tantangan besar terhadap daya dukung infrastruktur daerah.

"Kalau berbicara perkembangan pariwisata Bali dihubungkan dengan infrastruktur, kita tidak bisa hanya berbicara pembangunan jalan atau penambahan kapasitas jalan. Ada hal yang lebih penting, yaitu pengendalian tata ruang, pengendalian kawasan, serta pengelolaan sumber mata air," ungkap Nyoman Suyasa dalam diskusi.

Ia juga menyoroti persoalan kemacetan yang semakin parah, khususnya di kawasan Bali Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pertumbuhan jumlah wisatawan dan aktivitas masyarakat tidak sebanding dengan kapasitas infrastruktur jalan yang tersedia.

Infrastruktur jalan yang relatif tetap harus menampung peningkatan mobilitas wisatawan, kendaraan logistik, serta aktivitas masyarakat. Kondisi ini membutuhkan penanganan serius melalui perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.

Dalam diskusi tersebut turut mengemuka sejumlah alternatif penanganan kemacetan, di antaranya pengembangan transportasi massal, rencana pembangunan jalur tram, pelebaran jalan, serta pengaturan ulang jalur distribusi logistik.

Komisi III DPRD Bali yang membidangi pembangunan, termasuk pekerjaan umum, tata kota, perhubungan, perumahan rakyat, lingkungan hidup, pertambangan dan energi, perizinan serta kehutanan, diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam mendorong solusi atas persoalan tersebut.

Pembahasan juga menyoroti perlunya langkah konkret menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), termasuk koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas kendaraan.

Salah satu gagasan yang turut dibicarakan adalah pengalihan jalur kendaraan logistik guna mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan padat wisata, meskipun kebijakan tersebut berpotensi menambah waktu tempuh distribusi barang.

Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, menyampaikan bahwa #ngopisantuy dirancang sebagai agenda diskusi rutin setiap bulan dengan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di Bali sebagai narasumber.

Melalui konsep diskusi santai tetapi serius, IWO Bali ingin membangun ruang komunikasi terbuka antara wartawan, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam membahas berbagai persoalan aktual yang menjadi perhatian masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PD IWO Kota Denpasar beserta jajaran, Ketua PD IWO Kabupaten Badung beserta jajaran, serta pengurus dan anggota IWO Provinsi Bali.

Melalui forum ini, wartawan IWO Bali juga diberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam berbagai persoalan, termasuk aktivitas dan kebijakan para pejabat publik, sekaligus menyampaikan pertanyaan kritis yang merepresentasikan kepentingan masyarakat Bali.

Dengan suasana sederhana ditemani secangkir kopi Bali, #ngopisantuy diharapkan menjadi ruang diskusi yang produktif, kritis, dan berkelanjutan dalam mengawal pembangunan serta masa depan pariwisata Bali.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.