Slot Header 970×90

Larangan Ekspor Diesel AS Berpotensi Naikkan Harga Global Akankah Berdampak Bagi Bali

Oleh Agung · null

28 September 2026 pukul 00.11 WITA · 1 menit baca

Larangan Ekspor Diesel AS Berpotensi Naikkan Harga Global Akankah Berdampak Bagi Bali

WASHINGTON, BALINEWS — Larangan ekspor diesel yang diusulkan oleh pemerintah Amerika Serikat dapat menyebabkan kenaikan harga bahan bakar secara global.

Para ahli energi memperingatkan bahwa langkah ini akan berdampak luas pada pasar energi yang sudah bergejolak.

Harga diesel di AS telah mencapai rekor tertinggi, dengan rata-rata $6,50 per galon pada Jumat (25/9/2026), naik dari $5,61 sebulan sebelumnya. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, serta perang antara Rusia dan Ukraina, telah mengganggu jalur perdagangan minyak utama.

Menurut laporan Al Jazeera, meskipun AS adalah pengekspor diesel terbesar di dunia, larangan ekspor dapat mendorong harga bahan bakar lebih tinggi, baik di dalam negeri maupun internasional.

Para analis memperingatkan bahwa hal ini dapat mengurangi pasokan global dan meningkatkan persaingan untuk mendapatkan bahan bakar.

Rachel Ziemba dari Center for a New American Security mengatakan bahwa meskipun kilang AS beroperasi pada kapasitas penuh, kesenjangan global tetap ada.

Pasokan diesel AS juga menyusut, dengan inventaris turun ke level terendah dalam lebih dari empat dekade.

Pemerintah AS belum mengumumkan kebijakan resmi terkait larangan ekspor ini. Namun, para pemimpin di Washington mempertimbangkan untuk mendorong perusahaan AS menghentikan atau memperlambat ekspor diesel untuk menurunkan biaya domestik.

Kenaikan harga bahan bakar global dapat mempengaruhi biaya hidup di Indonesia, yang bergantung pada impor energi.

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
Agung

Agung

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.