GIANYAR, BALINEWS.ID – Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda terus menunjukkan geliat positif. Hal tersebut tercermin dari kiprah Putu Rio Randika Ardana (22), mahasiswa semester akhir Program Studi International Business Management (IBM RC) Universitas Ciputra, yang dipercaya mengemban amanah sebagai komisaris di PT Candi Wisata Persada.
Di tengah kesibukan menyelesaikan studi, Rio aktif mengelola bisnis di sektor pariwisata, khususnya usaha villa dan restoran yang berlokasi di kawasan Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Ia dikenal memegang prinsip konsistensi dalam menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus pelaku usaha.
“Menjaga konsistensi lebih penting daripada sekadar mengandalkan motivasi sesaat. Itu yang saya terapkan dalam mengatur waktu antara kuliah dan bisnis,” ujarnya.
PT Candi Wisata Persada menaungi unit usaha Candy Villa yang mulai beroperasi sejak 2018 serta Goodday Ubud yang dirintis pada 2022. Keduanya mengusung konsep hunian privat bernuansa alam, menyasar wisatawan yang menginginkan suasana tenang khas Ubud. Konsep tersebut sejalan dengan karakter pariwisata Ubud yang dikenal dengan lingkungan hijau dan kekayaan budaya.
Seiring perkembangan usaha, manajemen mulai menerapkan sistem pengelolaan yang lebih profesional. Reservasi tamu dilakukan melalui platform Online Travel Agent (OTA) serta sistem digital, sementara strategi pemasaran diperkuat melalui pemanfaatan media sosial. Peningkatan kualitas fasilitas dan standar pelayanan juga terus dilakukan guna menjaga kepuasan tamu.
Hasilnya, tingkat hunian relatif stabil, terutama pada musim ramai kunjungan wisata. Sejumlah ulasan positif dari tamu turut memperkuat citra usaha di tengah persaingan bisnis akomodasi di kawasan Ubud.
Tahun ini, manajemen menargetkan peningkatan tingkat hunian sebesar 15 hingga 20 persen, serta perolehan rating ulasan di atas 4,5 pada berbagai platform pemesanan. Selain itu, penguatan branding melalui digital marketing secara konsisten menjadi fokus utama, sejalan dengan upaya menjaga arus kas dan peningkatan profit.
Dalam rencana jangka menengah, perusahaan merancang rebranding untuk memperkuat identitas usaha. Pengembangan fasilitas, seperti peningkatan kualitas kolam renang privat, penyediaan paket honeymoon, hingga layanan wellness, juga masuk dalam agenda. Konsep ramah lingkungan direncanakan sebagai bagian dari adaptasi terhadap tren pariwisata berkelanjutan di Ubud.
Rio menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik bisnis di lapangan. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta evaluasi kinerja berbasis data menjadi langkah yang akan diperkuat setelah ia menyelesaikan studi.
Ke depan, tidak menutup kemungkinan pengembangan unit villa baru atau ekspansi brand hospitality dilakukan untuk memperluas jangkauan usaha. Dengan usia yang masih muda, kiprah Rio dinilai menjadi contoh bahwa perencanaan matang dan konsistensi mampu menjadi fondasi membangun usaha pariwisata yang berkelanjutan di Bali. (*)


