Mengenal Teba Modern, Solusi Sederhana Untuk Kelola Limbah Organik

Teba modern sebagai ruang pengelolaan sampah organik dan resapan air berbasis kearifan lokal Bali yang ramah lingkungan.
Teba modern sebagai ruang pengelolaan sampah organik dan resapan air berbasis kearifan lokal Bali yang ramah lingkungan.

BALINEWS.ID – Teba merupakan bagian tak terpisahkan dari tatanan ruang tradisional Bali. Dalam konsep permukiman Bali, teba merujuk pada area kosong di bagian belakang pekarangan rumah yang secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik, kandang ternak, serta ruang hijau alami. Seiring perkembangan zaman dan perubahan pola hunian, fungsi teba mengalami transformasi menjadi konsep yang lebih adaptif, yang kini dikenal sebagai teba modern.

Teba modern merupakan pengembangan dari konsep teba tradisional yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini, terutama di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Jika dahulu teba identik dengan area terbuka yang luas dan cenderung tidak tertata, teba modern dirancang lebih efisien, bersih, dan fungsional, tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang melekat di dalamnya.

BACA JUGA :  DPRD Gianyar Soroti Nasib Seniman di Tengah Era Digital, Bahas Raperda Pelestarian Seni Budaya

Salah satu fungsi utama teba modern adalah sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan diolah melalui metode komposting, lubang biopori, atau bank sampah organik skala kecil. Dengan cara ini, teba modern membantu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir sekaligus mendorong praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Selain itu, teba modern juga berperan sebagai ruang resapan air dan area hijau. Kehadiran vegetasi dan sistem resapan memungkinkan air hujan terserap ke dalam tanah secara optimal, sehingga dapat mengurangi risiko genangan dan menjaga ketersediaan air tanah. Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, fungsi ini menjadi semakin relevan dan strategis.

BACA JUGA :  Alila Seminyak Unveils Tropical Festive Line-Up to Welcome the 2025 Holiday Season

Dari sisi sosial dan budaya, teba modern mencerminkan upaya pelestarian nilai-nilai tradisional Bali di tengah arus modernisasi. Konsep ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak bersifat statis, melainkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Teba modern menjadi ruang edukasi lingkungan bagi keluarga dan generasi muda, sekaligus simbol harmonisasi antara manusia dan alam sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana.

Dengan demikian, teba modern tidak hanya sekadar ruang fisik di belakang rumah, tetapi juga representasi pendekatan berkelanjutan dalam penataan lingkungan permukiman. Melalui penerapan teba modern, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya lokal Bali di era modern. (*)

BACA JUGA :  5 Tempat Donasi yang Menerima Pakaian Layak dan Tidak Layak Pakai

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya, ke...
GIANYAR, BALINEWS.ID – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) cabang olahraga Rugbi tingkat sekolah dasar di Kabupaten Gianyar 2026 menjadi ajang...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, I Made Daging, mengapresiasi langkah Ikatan...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Rencana pembangunan proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) atau Terminal Apung Liquefied Natural Gas (LNG)...