Meski Tuai Kritik, DPRD Badung Minta Lomba Ogoh-Ogoh Tetap Digelar di Puspem

Lomba Ogoh-Ogoh Bhandana Bhuhkala Festival 2025 di Area Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (15/3/2025). (Foto: Istimewa)
Lomba Ogoh-Ogoh Bhandana Bhuhkala Festival 2025 di Area Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (15/3/2025). (Foto: Istimewa)

BADUNG, BALINEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Bali, meminta agar lomba parade ogoh-ogoh tetap diadakan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, menilai lokasi tersebut strategis. Ia menyarankan agar penyelenggara fokus meningkatkan aspek teknis acara setiap tahun, termasuk proses penjurian, evaluasi tempat, dan pengelolaan arus penonton untuk mencegah kemacetan lalu lintas.

“Saya rasa penyelenggaraan (lomba ogoh-ogoh) harus tetap di Puspem (Badung). Puspem (Badung) bukan hanya tempat pemerintahan, tapi juga tempat masyarakat. Jadi, masyarakat juga bisa menikmati tempat itu,” ujar Graha, dikutip dari DetikBali, Selasa (18/3/2025).

BACA JUGA :  Mobil Plat Merah Ugal-ugalan di Sibang, Tokoh Payangan Beri Kecaman

Lomba yang digelar pada 15-16 Maret lalu menerima berbagai saran dan masukan, termasuk evaluasi lokasi panggung dan teknik penjurian. Kritik publik terkait kemacetan lalu lintas juga cukup signifikan. Graha menilai panitia perlu mengatasi kekurangan dalam acara perdana ini dan mendorong pemerintah meningkatkan anggaran untuk pelaksanaan tahun depan.

“Dari segi penganggaran, harus ditingkatkan agar semua keluhan yang muncul kemarin tidak terjadi lagi. Kedua, soal penjurian, kami ingin ada koordinator juri yang bisa menyampaikan nilai-nilai apa saja yang diperlombakan. Itu harus disampaikan ke publik agar tidak salah paham,” tegasnya.

BACA JUGA :  Uang Donasi ASN Juga Dipakai Untuk Antisipasi Bencana Selama Musim Hujan

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Badung, I Gde Eka Sudarwitha, membenarkan bahwa Komisi IV DPRD Badung menginginkan lomba tetap digelar di Puspem Badung. Ia memastikan bahwa panitia akan memaksimalkan aspek teknis acara tahun depan, termasuk upaya mencegah kemacetan akibat pergerakan penonton.

“Antisipasi itu pasti. Untuk mencegah kemacetan di acara tahun depan, kami mungkin akan merancang arah keberangkatan penonton ke Puspem (Badung), termasuk pengaturan parkir dan skema pengalihan lalu lintas,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bencana Longsor dan Banjir Landa Bangli, BPBD Imbau Warga Waspada

Sudarwitha juga mengusulkan agar panggung lomba ogoh-ogoh dirotasi ke beberapa lokasi setiap tahun, seperti Lapangan Samudera Kuta, GOR Mengwi, dan wilayah lainnya. Hal ini bertujuan agar distribusi ogoh-ogoh lebih merata. Namun, DPRD Badung tetap mendorong Disbud Badung agar Puspem Badung menjadi lokasi utama acara.

“Ya, kami sedang membahas aspek teknis lomba tahun depan agar lebih baik, termasuk perbaikan tempat, pengaturan parkir, dan kelengkapan acara. Aspek penjurian juga akan diperkuat dengan sosialisasi yang lebih luas kepada peserta,” tutup Sudarwitha. (*)

 

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

GIANYAR, BALINEWS.ID - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kembali digelar di Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang menghadirkan anggota DPR...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal Ramadan 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Indonesia kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah tercatat sebagai negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang sopir truk berinisial DP (51) ditemukan meninggal dunia di area gudang kawasan Jalan By...