Nuanu Bangun Sutala Market, Targetkan Bali Jadi Destinasi Gastronomi Asia Tenggara

DENPASAR, BALINEWS.ID – Nuanu Creative City memperkenalkan Sutala Market, kawasan kuliner dan gaya hidup (lifestyle) yang diproyeksikan menjadi destinasi gastronomi baru di Bali. Mengusung konsep perpaduan kuliner, budaya, kreativitas, dan komunitas, kawasan seluas 17.000 meter persegi ini ditargetkan masuk dalam lima besar destinasi gastronomi terbaik di Asia Tenggara.

Sutala Market dijadwalkan melakukan soft launching pada kuartal IV 2026 di kawasan Nuanu Creative City. Destinasi tersebut akan menghadirkan lebih dari 50 tenant yang telah dikurasi, terdiri atas 34 konsep kuliner serta 22 tenant lifestyle dan ritel.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan pembangunan Sutala Market dilandasi keyakinan bahwa sektor kuliner memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata, bisnis, sekaligus pertukaran budaya.

BACA JUGA :  Sinopsis Drama Terbaru IU, When Life Gives You Tangerines

“Kami ingin Sutala Market menjadi ruang yang mempertemukan seluruh kalangan, baik penghuni Nuanu, wisatawan, maupun masyarakat umum, untuk menikmati pengalaman kuliner yang beragam sekaligus membangun interaksi sosial,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Menurut Lev, kawasan tersebut tidak hanya dirancang sebagai pusat kuliner, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem Nuanu Creative City yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup para penghuninya.

Ia menjelaskan, Sutala Market merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar di kawasan Nuanu. Perencanaannya dilakukan secara matang, mulai dari penataan kawasan hingga proses kurasi tenant agar mampu menghadirkan restoran-restoran berkualitas dari dalam maupun luar negeri.

“Kami ingin menghadirkan lebih dari 30 restoran terbaik agar tercipta keberagaman cita rasa dengan kualitas tinggi. Untuk itu dibutuhkan riset dan proses seleksi yang sangat panjang,” katanya.

BACA JUGA :  Google Beri Peringatan Darurat untuk 2 Miliar Pengguna Gmail Terkait Skema Phishing Baru

Memasuki tahap akhir pembangunan, Nuanu juga membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner lokal maupun internasional untuk bergabung sebagai tenant. Ruang komersial yang disediakan memiliki luas mulai 20 hingga 262 meter persegi dan ditujukan bagi chef profesional, pelaku usaha kreatif, hingga merek-merek kuliner baru yang ingin berkembang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tenant, pengelola menawarkan berbagai fasilitas, di antaranya masa fit-out hingga enam bulan tanpa biaya sewa, skema biaya sewa yang kompetitif, sistem revenue sharing, dukungan operasional dan pemasaran, serta akses ke komunitas penghuni Nuanu dan jutaan wisatawan yang berkunjung setiap tahun.

Direktur Sutala Market, Conrad, mengatakan konsep kemitraan menjadi salah satu kekuatan utama proyek tersebut. Menurutnya, pengelola tidak sekadar menyediakan ruang usaha, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan seluruh tenant berkembang secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Golden Tulip Jineng Bali Introduces Illuminated Garden Nights for Weddings and Gatherings

“Kami memandang tenant sebagai mitra jangka panjang. Tugas kami adalah menciptakan lingkungan yang mendukung setiap operator agar dapat menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Ketika tenant berkembang, Sutala Market juga akan tumbuh sebagai destinasi kuliner yang kuat,” ujarnya.

Nuanu menilai pesatnya perkembangan sektor pariwisata Bali turut mendorong gastronomi menjadi salah satu identitas utama Pulau Dewata. Kehadiran Sutala Market diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kuliner kelas dunia sekaligus menjadi wadah bagi kolaborasi antara talenta lokal dan internasional dalam menghadirkan pengalaman gastronomi yang inovatif. (rls/tim)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya