Slot Header 970×90

Nyoman Parta Gaungkan Perlawanan Narkoba Lewat Musik, BNN Dorong Pencegahan dari Keluarga

Oleh Fery Fadli · null

25 Oktober 2026 pukul 01.50 WITA · 3 menit baca

Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta.
Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta.

GIANYAR, BALINEWS — Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Irjen Pol. Asep Saepudin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai perkembangan peredaran narkoba yang memanfaatkan teknologi informasi, media sosial, dan transaksi daring. Ia mengajak generasi muda, tokoh masyarakat, serta pemangku adat di Bali memperkuat pencegahan mulai dari lingkungan keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan peluncuran tiga lagu bertema bahaya narkoba yang digagas Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta bersama para seniman Bali di Wantilan Jaba Pura Dalem Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu malam (24/10/2026).

Tiga lagu yang diluncurkan berjudul Ejohin Narkoba, Lingkar Derita, dan Iblis Berjubah Dewa. Acara tersebut menghadirkan Lolot Band, seniman lokal, serta komunitas masyarakat setempat sebagai bagian dari kampanye antinarkoba melalui pendekatan seni dan musik.

Asep mengatakan perkembangan konektivitas digital dan penggunaan media sosial membuka banyak peluang bagi masyarakat dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan usaha. Namun, kemajuan tersebut juga perlu diantisipasi karena jaringan peredaran narkoba dapat memanfaatkan platform digital untuk menjalankan transaksi dan memperluas jangkauan.

Menurutnya, dinamika peredaran narkoba yang mengikuti perkembangan teknologi menuntut masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan mengenali ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Ini tentunya harus kita jadikan satu bahan antisipasi,” kata Asep dalam sambutannya.

Asep menekankan generasi muda Bali memiliki peran penting, bukan hanya sebagai penerus keluarga, tetapi juga sebagai penjaga adat, budaya, dan tradisi masyarakat Bali.

Karena itu, ia mengajak tokoh masyarakat, pemangku adat, prajuru desa adat, serta generasi muda untuk membangun kepedulian terhadap bahaya narkoba dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari hilangnya waktu dan kesempatan, terganggunya masa depan, hingga persoalan yang membebani keluarga.

Menurut Asep, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, melalui edukasi, kepedulian, dan kemampuan mengenali perkembangan jenis narkoba serta dampak penyalahgunaannya.

Ia menjelaskan, tugas kepolisian dan BNN tidak hanya mencakup penegakan hukum, tetapi juga pencegahan, pemulihan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan aktif masyarakat dan pemerintah daerah.

Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyebarluaskan pesan antinarkoba melalui pendekatan yang kreatif dan mudah diterima berbagai kalangan.

I Nyoman Parta Luncurkan Tiga Lagu Antinarkoba

Sementara itu, I Nyoman Parta mengatakan peluncuran tiga lagu antinarkoba merupakan salah satu upaya memperluas jangkauan edukasi melalui musik.

Menurut Parta, lagu dengan genre dan segmen pendengar berbeda dapat menyampaikan pesan bahaya narkoba secara lebih luas. Musik dapat didengarkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari sehingga pesan pencegahan berpeluang menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Ia mengapresiasi keterlibatan BNN, Polda Bali, serta jajaran kepolisian dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

Parta juga mengajak musisi, seniman, dan artis untuk bahu-membahu menyosialisasikan bahaya narkoba melalui karya kreatif.

Tiga lagu yang diluncurkan tersebut direncanakan diaransemen ulang menjadi versi remix untuk digunakan sebagai pengiring kegiatan senam di lingkungan PKK, sekolah, dan kelompok lanjut usia.

Parta menegaskan persoalan narkoba tidak boleh dinormalisasi di tengah masyarakat karena dapat mengancam masa depan generasi muda. Ia menilai pencegahan harus menjadi kesadaran kolektif dan tidak hanya diserahkan kepada aparat keamanan.

Penegakan Hukum Harus Menyasar Seluruh Jaringan

Parta juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba, termasuk aparat penegak hukum apabila terbukti terlibat atau melindungi jaringan peredaran.

Ia menyinggung informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan oknum aparat yang membekingi bandar narkoba. Menurutnya, setiap keterlibatan yang terbukti harus ditindak sesuai ketentuan hukum.

Parta menambahkan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pintu masuk membuat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkoba perlu terus diperkuat.

Melalui kolaborasi antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan seniman, kampanye antinarkoba diharapkan tidak berhenti pada peluncuran lagu, tetapi berkembang menjadi gerakan pencegahan yang berkelanjutan.

Pendekatan seni dan musik diharapkan dapat melengkapi upaya penegakan hukum dengan memperluas edukasi, meningkatkan kewaspadaan masyarakat, serta memperkuat perlindungan generasi muda Bali dari bahaya narkoba.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.