Paruman Agung Jadi Jalan Tengah, Pembangunan Pura Tangkas Kori Agung Kembali Dibahas

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Pembahasan pembangunan Pura Kawitan Pangeran Tangkas Kori Agung di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, Minggu (9/8/2026), berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi melalui pertemuan yang melibatkan lebih banyak unsur pasemetonan.

Ratusan pemedek dari berbagai wilayah di Bali hadir ke pura tersebut untuk mengikuti persembahyangan sekaligus membahas perkembangan pembangunan pura. Mengingat bangunan pura masih dalam tahap renovasi, persembahyangan bersama dilaksanakan di area parkir.

Koordinator pemedek, Ida Bhawati Hermawan Tangkas, mengatakan kehadiran pasemetonan tidak hanya bertujuan melaksanakan persembahyangan, tetapi juga menjadi momentum untuk membicarakan berbagai aspirasi terkait pembangunan pura.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pandangan dan masukan dari pasemetonan di berbagai daerah yang perlu dibahas secara bersama-sama. Karena itu, pertemuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan titik temu dengan tetap mengedepankan semangat persaudaraan.

BACA JUGA :  3 WNA yang Lakukan Prostitusi di Bali Kini Diamankan di Rudenim Denpasar

Hari ini kami mencoba paruman agung dengan tujuan dapat titik temu terkait pembangunan pura dan dapat menjadi acuan yang mengedepankan rasa pasemetonan atau persaudaraan,” ujar Ida Bhawati.

Dari pembahasan yang berlangsung, disepakati agar persoalan pembangunan pura kembali dibicarakan dalam pertemuan berikutnya. Paruman lanjutan rencananya melibatkan lebih banyak unsur pasemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung dari berbagai wilayah di Bali, termasuk para tetua pasemetonan.

Kesepakatan tersebut dinilai penting untuk menampung berbagai aspirasi yang muncul, sehingga proses pembangunan pura dapat berjalan dengan melibatkan seluruh unsur pasemetonan dan menghindari perbedaan pandangan yang berlarut-larut.

BACA JUGA :  Kabel-Kabel Semrawut Dibersihkan di Sepanjang Jalan Nelayan Canggu

Sekretaris Pasemetonan Pangeran Tangkas Kori Agung, Made Wijaya, mengatakan komunikasi menjadi hal penting dalam proses pembangunan pura. Terlebih, pembangunan tempat suci tersebut mendapat berbagai masukan dari warga pasemetonan.

Namanya pembangunan pura baru, ada masukan ini, ada masukan ini. Tentu harus diakomodasi aspirasinya agar sama-sama jalan,” ungkap Wijaya.

Ia menegaskan, beragam aspirasi yang disampaikan merupakan bagian dari proses bersama dalam mewujudkan pembangunan pura yang menjadi bagian penting bagi pasemetonan Tangkas Kori Agung.

BACA JUGA :  Koster Komit Percepat Transformasi Digital Pemprov Bali Lewat Adopsi DPI dan AI

Menurut Wijaya, perbedaan pandangan dalam proses pembangunan merupakan hal yang wajar dan tidak semestinya mengganggu hubungan persaudaraan antarpasemetonan.

Ia pun menyambut baik kehadiran ratusan pemedek dari berbagai wilayah Bali. Selain mengikuti persembahyangan, kedatangan mereka menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Pura Kawitan Pangeran Tangkas Kori Agung.

Dengan adanya kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan, pasemetonan berharap proses pembangunan pura ke depan dapat berlangsung secara terbuka, mengakomodasi aspirasi bersama, serta tetap menjaga keharmonisan dan rasa persaudaraan di antara seluruh keluarga besar Tangkas Kori Agung. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya