Slot Header 970×90

Bali

Pemuda Bedulu Gelar Pertunjukan Seni Macepuk Barong Bangkal, Ini Filosofinya

Oleh Putri · null

2 Mei 2025 pukul 13.21 WITA · Gianyar · 1 menit baca

GIANYAR, BALINEWS.ID - Dalam upaya melestarikan dan meningkatkan kualitas tradisi ngelawang, Sekaa Teruna Catur Murthi Sentana Banjar Adat Bedulu, Kecamatan Bl…
GIANYAR, BALINEWS.ID - Dalam upaya melestarikan dan meningkatkan kualitas tradisi ngelawang, Sekaa Teruna Catur Murthi Sentana Banjar Adat Bedulu, Kecamatan Bl… — BaliNews.id

GIANYAR, BALINEWS.ID - Dalam upaya melestarikan dan meningkatkan kualitas tradisi ngelawang, Sekaa Teruna Catur Murthi Sentana Banjar Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, menggelar pertunjukan seni Macepuk Barong Bangkal di Jaba Pura Pengastulan, Desa Adat Bedulu, Rabu (30/4) malam.

Acara ini menjadi wadah positif bagi generasi muda yang tergabung dalam sekaa barong, sebagai ajang silaturahmi sekaligus sarana untuk meningkatkan kualitas penampilan dalam tradisi ngelawang yang lazim digelar saat libur Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pengurus ST Catur Murthi Sentana, Bagus Erlangga, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan direncanakan akan menjadi agenda rutin di masa perayaan antara Galungan dan Kuningan.

“Gagasan ini muncul dari hasil rapat Sekaa Teruna, yang menilai bahwa sebagian Sekaa Barong saat ini kurang serius dalam melaksanakan ngelawang, bahkan ada yang menyimpang dari nilai-nilai aslinya. Karena itu, kami berinisiatif mengisi masa libur dengan kegiatan yang lebih bermakna,” ujar Erlangga.

Ide tersebut mendapat dukungan penuh dari Kelian Banjar Tengah, I Ketut John, dan diapresiasi oleh Bendesa Adat Bedulu, I Gusti Ngurah Susatya Putra, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

“Macepuk Barong Bangkal ini bukan hanya pertunjukan seni, tapi juga sarana edukasi bagi para yowana untuk memahami filosofi ngelawang sebagai wujud harmonisasi antara buana agung dan buana alit,” tambah Erlangga.

Bendesa Adat Bedulu, I Gusti Ngurah Susatya Putra, menilai kegiatan ini sangat positif karena menggugah semangat generasi muda untuk menjaga warisan budaya yang sarat nilai seni dan filosofi Hindu.

“Seluruh prajuru Desa Adat Bedulu mendukung penuh kegiatan ini. Harapan kami, Macepuk Barong Bangkal bisa menjadi agenda tetap dalam perayaan Galungan dan Kuningan,” ujar Susatya Putra.

Ia juga mengingatkan bahwa maraknya kegiatan ngelawang yang dilakukan secara asal-asalan menimbulkan pandangan negatif di masyarakat. Karena itu, diperlukan pembinaan berkelanjutan agar tradisi tetap terjaga sesuai dengan nilai-nilai aslinya. (bip)

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.