Slot Header 970×90

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, Ratusan Pekerja Tembus Pasar Luar Negeri

Oleh Indra · null

21 Oktober 2026 pukul 12.22 WITA · 2 menit baca

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma — FOTO: PEMKAB BADUNG

BADUNG, BALINEWS – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung mencatatkan penurunan signifikan dari 2,72 persen menjadi 1,57 persen pada tahun 2026. Capaian positif ini didorong oleh pemulihan ekonomi lokal serta optimalnya penyerapan tenaga kerja, terutama di pasar luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, Disperinaker Badung mencatat sebanyak 726 tenaga kerja berhasil disalurkan ke dunia kerja.

Dari total 726 pekerja tersebut, sektor luar negeri menjadi penyerap terbanyak dengan jumlah mencapai 601 orang (sekitar 82,7%), sedangkan 125 orang sisanya terserap di pasar kerja dalam negeri.

"Untuk pendaftaran calon pekerja migran tercatat ada 276 orang, terdiri dari 179 laki-laki dan 97 perempuan. Puncak tren penyaluran tenaga kerja tertinggi terjadi pada bulan April 2026, yang mencapai 210 orang dalam satu bulan," ujar Ngurah Rai, Rabu (21/10/2026).

Pelatihan Vokasi dan Bantuan Modal Usaha

Selain mendorong penempatan kerja, Pemkab Badung melalui Disperinaker juga gencar menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk menciptakan wirausahawan baru. Berbagai program pelatihan dihadirkan, mulai dari manajemen wirausaha kuliner hingga teknisi mekanik motor konvensional dan listrik yang berlangsung selama 40 hingga 42 hari menggunakan dana APBD Badung.

Langkah ini dinilai efektif meningkatkan daya saing masyarakat setempat di pasar kerja maupun dunia usaha.

"Evaluasi kami mencatat sekitar 80 persen lulusan pelatihan langsung diserap industri atau berhasil membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi yang mereka pegang menjadi modal penting untuk bersaing," jelas Ngurah Rai.

Ia menambahkan, bagi lulusan pelatihan yang berminat untuk mandiri, pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada pembekalan keterampilan, tetapi juga memberikan dukungan modal kerja serta pendampingan bisnis.

"Lulusan pelatihan yang mau berwirausaha kami berikan bantuan modal kerja dan pendampingan bisnis. Tujuannya agar warga Badung tidak cuma mencari kerja, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru," pungkasnya.

Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja dan wirausaha, Pemkab Badung juga menargetkan peningkatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan agar mencapai 59,80 persen, sebagai bentuk jaminan perlindungan bagi para pekerja di wilayah Badung.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.